Ada disana perasaan itu
Ia tidak pergi, juga tidak datang kemari
Berdiam diri untuk menanti waktu yang tepat
Untuk bercumbu bersama sebagai tanda Kasih Allah yang ada....
Hendak masuk rasanya ke sana
Dimahligai cinta yang berbeda....
Disuasana yang menarik hati ini
Untuk duduk bersama disitu
Ohh... Indahnya itu
Menikmati kebersamaan dengan kekasih yang dapat disini untuk mendengarkan kisah cinta ini....
Melukiskannya bersama ditepian hati kita
Agar sampai jua ia di lembah yang Tuhan kehendaki....
Kemarilah... Kesinilah... Mari bersama
Mungkin tak indah sekarang, karena memang belumlah waktunya untuk demikian....
Namun, janganlah tergesa juga
Mungkin hendak perlahan kita sampai di lembah yang Tuhan inginkan itu.
Aduh... Kenapa tak selekas yang hati ini inginkan...
Mengapa...? Sekarang.... sekarang saja....
Biar ku bawa engkau kedalam segala yang dapat dikejar oleh kita
Didalam manis nan cemerlangnya kisah kita...
Hendak ku ajak engkau untuk menulis bersama
Jalan yang ingin kita lewati
Memang tidak mungkin akan terjadi seketika
Namun akan ku bawa engkau dibawah kaki Dia yang menjadikan kita ada hingga sekarang ini
Ayo... Lekaslah... Jangan lebih lama lagi
Jika Dia kehendaki... Akan engkau lihat apa yang ada didekat ku
Ada suka dan duka yang menemani
Yang engkau juga mungkin akan alami
Namun tak sendiri engkau, juga tak sendiri aku
Untuk melewatinya... dengan hati dan pikiran yang berjuang bersama...
Juga kaki yang melangkah seraya tangan yang bergandengan...
Percayalah, ada penghiburan disana
Dari Dia Sang Penghibur yang menaruh perasaan ini bagi mu...
Apa benar itu? Apa bisa itu?
Aku rasa mungkin tidak dapat sekarang....
Ada masa-masa sukar yang harus dilewati
Sebagai langkah mematangkan apa yang ada dihati kita bersama
Bukankah tak ada gading yang tak retak
Begitu juga dengan emas yang dimurnikan oleh api
Keduanya itu menjadi gambaran Cinta kita yang ada...
Agar kelak tak menyesal dengan keputusan yang telah diambil
Dan, tidaklah menjadi kisah yang harus berakhir dengan air mata....
Ya.... Sabarlah didalam penantian yang cukup panjang ini
Dengan tetap ada dan tak berhenti untuk berharap...
Tenang saja kita... dan duduk manis bagaikan seorang anak kecil yang menantikan turunnya pesawat kertas yang ia labuhkan diangkasa
Menunggu saat yang tapat
Kairosnya Tuhan.... dan indahnya keputusan Dia....
Yer, 24 April 2016

Posting Komentar untuk "Mari Kesini... Bersama Ku...!"