zmedia

Catatan Di Liburan Panjang Ku : Tak Selamanya Berdiri Kuat!




Tak selamanya aku berdiri kuat
Aku sadari itu memang...
Ada kalanya ku pikir aku mampu
Ada kalanya aku anggap sudah cukup kuat berdiri...

Disaat pencobaan datang silih berganti
Kuat menerpa bagaikan angin topan yang bersembunyi
Menunggu waktu yang tepat
Siaplah aku diterpanya...

Aduh... betapa aku tidak bersiap siap
Berprasangka bahwa badai itu tidak akan datang
Karena sudah ku lihat sebelumnya aku mampu
Dan tak datang jua badai itu...

Namun, dikala demikian pikiran dan keadaan ku
Justru disitulah kejadian yang tak ku harapkan terjadi
Disanalah ia hadir menciptakan tragedi sedih yang menyedihkan Dia
Memilukan hati ini dan tak ingin berdiri disini... dihadiratNya

Oh.... jiwa ku... mengapa engkau sering begitu
Tak adakah saat dimana engkau tidak berdiam
Engkau terlalu sering berdiam
Dan akhirnya, mari kita melihat keadaan mu sekarang...???

Ya Bapa.... Engkau tahu keadaan anak Mu
Engkau mengasihiNya dengan kasih yang Kekal
Engkau memilih dia bukan karena dirinya sendiri
Namun Engkau mengambilnya dari belenggu dosa berdasarkan diriMu sendiri... bagi kemuliaan Mu...

Dengan apakah hendak ku lukiskan itu semua
Sungguh... terlalu indah dan tak dapat ku bayangkan
Tak dapat ku ungkapkan dengan apa apapun...
Ya Bapa... Yesus ku... Allah ku... Tuhan ku... Kekasih ku.........!!!!!!!!!!!!!!!

Kasihanilah aku yang Allah menurut kasih setia Mu
Hapuskanlah pelanggaran ku menurut rahmatMu yang besar...
Hanya itu yang dapat ku katakan ya Tuhan ku
Terimalah persembahan hati yang hancur ini... memohon belas kasihan Tuhan...
Amin...


Kita sering berpikir bahwa kita mampu untuk tetap kuat menghadapi pencobaan yang ada. Sebut sajalah pencobaan itu A (anggaplah A itu adalah kelemahan teman-teman yang selama ini sulit untuk teman-teman lepaskan). Begitu banyak orang Kristen ingin lepas dari hawa nafsu yang sudah bertahun-tahun mengikat kehidupannya. Seperti amarah, kata-kata kotor atau sarkasisme, pikiran kotor/cabul,dendam, dsb (tentu tak dapat saya tuliskan satu persatu). Namun, tak sedikit diantara mereka yang datang kembali dengan keadaan yang lebih parah dari sebelumnya. Oleh karena itu, dicatatan kali ini saya hendak membagikan hal tersebut yang memang saya alami juga dalam beberapa hari terakhir ini.

Catatan ini saya tuliskan dikala masa liburan panjang saya dari kegiatan kampus, dan pelayanan seperti biasanya. Pulang ketempat kediaman orang tua dan masa kecil tentu membuat hati ini bahagia dan bercampur padu dengan kerinduan yang dalam. Disela-sela waktu demikian kita sering berpikir bahwa kita cukup kuat untuk tetap seperti keadaan kita yang sebelumnya. Namun ternyata godaan datang dan kita sering terjatuh pula.

Memang harus kita akui bahwa kita lemah. Sebagai manusia yang tak sempurna diciptakan oleh Allah. Tetapi, satu hal yang tak boleh kita abaikan adalah bahwa Allah memberikan kekuatan untuk kita menang dari setiap godaan, sebab kuasa dosa telah Allah kalahkan di kayu salib, didalam Kristus Yesus. Roh Kudus diberikan dan diam didalam hidup kita untuk menguatkan kita menang atas godaan yang bagaimanapun juga. Sebelum jauh (jauh jangkauan pembahasannya, meskipun singkat dituliskan disini, sebatas perenungan) membahas kesana, ada 2 hal yang menurut saya penting sekali untuk kita ketahui dan percayai disaat menghadapi keadaan kita yang demikian (terjatuh kedalam jerat godaan dosa yang sama), yaitu :

1. Percayalah bahwa tidak ada penghukuman bagi kita orang-orang percaya

“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada didalam Kristus Yesus”(Rom 5:1) Sebab “kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus” (Rom 5:1).

Ini adalah kepercayaan yang sangat sedikit orang Kristen miliki. Jika mau dihitung presentasenya, mungkin hanya 5 persen dari 100 persen orang Kristen didunia yang mempercayai hal ini. Itu terbukti dari banyaknya sikap dan praktek orang Kristen ketika ia sadar telah melakukan dosa. Seperti harus memberikan persembahan/perpuluhan, doa mati-matian dengan motivasi yang tidak murni yakni agar ia kembali layak dihadapan Tuhan dan tidak kehilangan keselamatan. Juga dengan frase yang sering kita dengar “ Minta ampun dong...”. Ya... tentu semua yang dilakukan diatas tidaklah bertentangan dengan Alkitab, tetapi kerap kali dilatar belakangi dengan motivasi yang tidak berdasarkan Alkitab.

Orang yang percaya kepada Kristus, berdasarkan 2 ayat Alkitab yang saya kutip diatas (tentu masih banyak lagi), aman didalam tangan Allah. Yang berseteru adalah kita terhadap Allah, dan diperdamaikan oleh AnakNya Yesus Kristus tanpa ada andil dan peran kita sedikitpun. Oleh karena itu, perdamaian yang dilakukan adalah perdamaian sepihak oleh Allah didalam Kristus, diatas kayu salib. Dengan itu, Allah memberikan jalan sepihak bagi kita untuk diampuni secara sempurna. Jadi... teman-teman perlu ketahui bahwa anda sudah aman ditangan Allah yang menebus anda. Seperti apapun keadaan anda tidak akan pernah mempengaruhi kasihNya terhadap anda. Termasuk, saat anda jatuh kedalam dosa atau kelemahan-kelemahan yang telah kita sebutkan diatas.

2. Ketahuilah bahwa kita tidak dipanggil untuk melakukan apa yang cemar/dosa

“Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus” (1 Tes 4:7).

“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkan kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?”
(Rom 6:1).

“Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada dibawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?

Sekalipun poin pertama kita percayai dengan begitu kuat tak tergoyahkan bagai batu karang yang teguh, timpanglah kepercayaan kita itu jika tanpa kepercayaan terhadap poin kedua ini. Sebab poin kedua ini merupakan lanjutan dari kepercayaan yang pertama. Banyak orang percaya poin ke dua tanpa yang pertama, juga ada sebaliknya. Inilah yang sering kali menyebabkan orang Kristen menjadi batu sandungan dimata dunia, tidak adanya keseimbangan antara kedua hal ini. Dimana disatu sisi, Allah tidak menghukum orang percaya ditengah-tengah kelemahan dosa nya, karena kasih dan penebusanNya yang sempurna, tetapi juga tidaklah berharap agar anak-anakNya tetap tinggal didalam keadaan tersebut, melainkan ingin agar anak-anakNya naik setingkat demi setingkat dalam kedewasaan rohani (Kekudusan progresif).

Kelemahan demi kelemahan yang kita miliki haruslah dilawan dengan kekuatan Roh... maka kita akan menang dan kuat. Disini belumlah saya tuliskan tentang hal bagaimana melawan dosa dengan kekuatan Roh, tetapi hanya sebatas kepercayanan fundamental/mendasar yang harus kita miliki terlebih dahulu, baru dikemudiaan hari jika Allah berkehendak baru saya catatkan tentang hal tersebut.

Maka cukuplah sampai disini catatan ini, kiranya Allah menguatkan kita didalam menjalani berbagai tantangan yang ada, guna kedewasaan iman kita.
Tuhan Memberkati...

Posting Komentar untuk "Catatan Di Liburan Panjang Ku : Tak Selamanya Berdiri Kuat!"