Tak
selamanya aku berdiri kuat
Aku
sadari itu memang...
Ada
kalanya ku pikir aku mampu
Ada
kalanya aku anggap sudah cukup kuat berdiri...
Disaat
pencobaan datang silih berganti
Kuat
menerpa bagaikan angin topan yang bersembunyi
Menunggu
waktu yang tepat
Siaplah
aku diterpanya...
Aduh...
betapa aku tidak bersiap siap
Berprasangka
bahwa badai itu tidak akan datang
Karena
sudah ku lihat sebelumnya aku mampu
Dan
tak datang jua badai itu...
Namun,
dikala demikian pikiran dan keadaan ku
Justru
disitulah kejadian yang tak ku harapkan terjadi
Disanalah
ia hadir menciptakan tragedi sedih yang menyedihkan Dia
Memilukan
hati ini dan tak ingin berdiri disini... dihadiratNya
Oh....
jiwa ku... mengapa engkau sering begitu
Tak
adakah saat dimana engkau tidak berdiam
Engkau
terlalu sering berdiam
Dan
akhirnya, mari kita melihat keadaan mu sekarang...???
Ya
Bapa.... Engkau tahu keadaan anak Mu
Engkau
mengasihiNya dengan kasih yang Kekal
Engkau
memilih dia bukan karena dirinya sendiri
Namun
Engkau mengambilnya dari belenggu dosa berdasarkan diriMu sendiri... bagi
kemuliaan Mu...
Dengan
apakah hendak ku lukiskan itu semua
Sungguh...
terlalu indah dan tak dapat ku bayangkan
Tak
dapat ku ungkapkan dengan apa apapun...
Ya
Bapa... Yesus ku... Allah ku... Tuhan ku... Kekasih ku.........!!!!!!!!!!!!!!!
Kasihanilah
aku yang Allah menurut kasih setia Mu
Hapuskanlah
pelanggaran ku menurut rahmatMu yang besar...
Hanya
itu yang dapat ku katakan ya Tuhan ku
Terimalah
persembahan hati yang hancur ini... memohon belas kasihan Tuhan...
Amin...
Kita sering berpikir bahwa kita mampu untuk tetap
kuat menghadapi pencobaan yang ada. Sebut sajalah pencobaan itu A (anggaplah A
itu adalah kelemahan teman-teman yang selama ini sulit untuk teman-teman lepaskan).
Begitu banyak orang Kristen ingin lepas dari hawa nafsu yang sudah
bertahun-tahun mengikat kehidupannya. Seperti amarah, kata-kata kotor atau sarkasisme,
pikiran kotor/cabul,dendam, dsb (tentu tak dapat saya tuliskan satu persatu).
Namun, tak sedikit diantara mereka yang datang kembali dengan keadaan yang
lebih parah dari sebelumnya. Oleh karena itu, dicatatan kali ini saya hendak
membagikan hal tersebut yang memang saya alami juga dalam beberapa hari
terakhir ini.
Catatan
ini saya tuliskan dikala masa liburan panjang saya dari kegiatan kampus, dan
pelayanan seperti biasanya. Pulang ketempat kediaman orang tua dan masa kecil
tentu membuat hati ini bahagia dan bercampur padu dengan kerinduan yang dalam.
Disela-sela waktu demikian kita sering berpikir bahwa kita cukup kuat untuk
tetap seperti keadaan kita yang sebelumnya. Namun ternyata godaan datang dan
kita sering terjatuh pula.
Memang
harus kita akui bahwa kita lemah. Sebagai manusia yang tak sempurna diciptakan
oleh Allah. Tetapi, satu hal yang tak boleh kita abaikan adalah bahwa Allah
memberikan kekuatan untuk kita menang dari setiap godaan, sebab kuasa dosa
telah Allah kalahkan di kayu salib, didalam Kristus Yesus. Roh Kudus diberikan
dan diam didalam hidup kita untuk menguatkan kita menang atas godaan yang
bagaimanapun juga. Sebelum jauh (jauh jangkauan pembahasannya, meskipun singkat
dituliskan disini, sebatas perenungan) membahas kesana, ada 2
hal yang menurut saya penting sekali untuk kita ketahui dan percayai disaat
menghadapi keadaan kita yang demikian (terjatuh kedalam jerat godaan dosa yang
sama), yaitu :
1. Percayalah
bahwa tidak ada penghukuman bagi kita orang-orang percaya
“Demikianlah sekarang tidak ada
penghukuman bagi mereka yang ada didalam Kristus Yesus”(Rom 5:1) Sebab
“kita yang dibenarkan karena iman, kita
hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus”
(Rom 5:1).
Ini adalah kepercayaan yang sangat
sedikit orang Kristen miliki. Jika mau dihitung presentasenya, mungkin hanya 5
persen dari 100 persen orang Kristen didunia yang mempercayai hal ini. Itu
terbukti dari banyaknya sikap dan praktek orang Kristen ketika ia sadar telah
melakukan dosa. Seperti harus memberikan persembahan/perpuluhan, doa
mati-matian dengan motivasi yang tidak murni yakni agar ia kembali layak
dihadapan Tuhan dan tidak kehilangan keselamatan. Juga dengan frase yang sering
kita dengar “ Minta ampun dong...”. Ya... tentu semua yang dilakukan diatas
tidaklah bertentangan dengan Alkitab, tetapi kerap kali dilatar belakangi
dengan motivasi yang tidak berdasarkan Alkitab.
Orang yang percaya kepada Kristus,
berdasarkan 2 ayat Alkitab yang saya kutip diatas (tentu masih banyak lagi),
aman didalam tangan Allah. Yang berseteru adalah kita terhadap Allah, dan
diperdamaikan oleh AnakNya Yesus Kristus tanpa ada andil dan peran kita
sedikitpun. Oleh karena itu, perdamaian yang dilakukan adalah perdamaian
sepihak oleh Allah didalam Kristus, diatas kayu salib. Dengan itu, Allah
memberikan jalan sepihak bagi kita untuk diampuni secara sempurna. Jadi...
teman-teman perlu ketahui bahwa anda sudah aman ditangan Allah yang menebus
anda. Seperti apapun keadaan anda tidak akan pernah mempengaruhi kasihNya
terhadap anda. Termasuk, saat anda jatuh kedalam dosa atau kelemahan-kelemahan
yang telah kita sebutkan diatas.
2. Ketahuilah
bahwa kita tidak dipanggil untuk melakukan apa yang cemar/dosa
“Allah memanggil kita bukan untuk
melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus” (1
Tes 4:7).
“Jika demikian, apakah yang hendak
kita katakan? Bolehkan kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih
karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa,
bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?”
(Rom
6:1).
“Jadi bagaimana? Apakah kita akan
berbuat dosa, karena kita tidak berada dibawah hukum Taurat, tetapi di bawah
kasih karunia? Sekali-kali tidak! Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu
menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu
adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin
kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada
kebenaran?
Sekalipun poin pertama kita percayai
dengan begitu kuat tak tergoyahkan bagai batu karang yang teguh, timpanglah
kepercayaan kita itu jika tanpa kepercayaan terhadap poin kedua ini. Sebab poin
kedua ini merupakan lanjutan dari kepercayaan yang pertama. Banyak orang
percaya poin ke dua tanpa yang pertama, juga ada sebaliknya. Inilah yang sering
kali menyebabkan orang Kristen menjadi batu sandungan dimata dunia, tidak adanya
keseimbangan antara kedua hal ini. Dimana disatu sisi, Allah tidak menghukum
orang percaya ditengah-tengah kelemahan dosa nya, karena kasih dan penebusanNya
yang sempurna, tetapi juga tidaklah berharap agar anak-anakNya tetap tinggal
didalam keadaan tersebut, melainkan ingin agar anak-anakNya naik setingkat demi
setingkat dalam kedewasaan rohani (Kekudusan progresif).
Kelemahan demi kelemahan yang kita
miliki haruslah dilawan dengan kekuatan Roh... maka kita akan menang dan kuat.
Disini belumlah saya tuliskan tentang hal bagaimana melawan dosa dengan
kekuatan Roh, tetapi hanya sebatas kepercayanan fundamental/mendasar yang harus
kita miliki terlebih dahulu, baru dikemudiaan hari jika Allah berkehendak baru
saya catatkan tentang hal tersebut.
Maka cukuplah sampai disini catatan ini,
kiranya Allah menguatkan kita didalam menjalani berbagai tantangan yang ada,
guna kedewasaan iman kita.
Tuhan Memberkati...

Posting Komentar untuk "Catatan Di Liburan Panjang Ku : Tak Selamanya Berdiri Kuat!"