Janganlah
kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi
dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu
keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal
dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan
dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan
kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
1 Yohanes 2:15-17
Segala kemuliaan hanya bagi Allah sang Pencipta
langit dan bumi, Allah yang telah menjadikan segala sesuatu ada dan menopang
itu semua hingga terpelihara sampai sekarang ini. Juga Allah yang telah datang
menjadi Manusia untuk menebus setiap anak-anakNya untuk menerima segala kebaikan
dari anugerahNya yang besar, dan yang berjanji akan datang kembali... Tuhan
kita Yesus Kristus, Allah yang hidup dan berkuasa.
Dua minggu yang lalu, tetapnya tanggal 1 Mei,
merupakan bagian saya untuk berdiri diatas mimbar untuk menyampaikan firman
Tuhan kepada jemaat yang saya layani. Sebelum berdiri dihadapan jemaat, mereka
tidaklah tahu bagaimana beratnya persiapan saya untuk berdiri disitu, menyampaikan apa yang Allah ingin mereka dengarkan pada hari itu. Oleh sebab
itu, saya yang sudah tahu jadwal kotbah saya satu minggu sebelumnya, sudah
bergumul untuk mempersiapkan kotbah tersebut.
Ditengah kesibukan yang begitu padat bagi saya...
sekalipun dikampung pedalaman, namun tak pernah satu haripun serasa kosong dan
ada kesempatan untuk saya duduk-duduk santai sendiri. Saya berjuang untuk
menyisihkan waktu untuk mempersiapkan pelayanan mimbar ini... sampai-sampai,
dimanapun saya melangkah, berjalan, berkendaraan, sedang makan dan sedang
menunggu hujan reda ditengah perjalanan panjang, saya mempersiapkan kotbah itu
terus. Puji Tuhan ada smartphone yang membantu saya didalam mempersiapkan
kotbah tersebut sekalipun ditengah keadaan yang tidak memungkinkan untuk
menyendiri dimeja belajar.
Bagian yang Tuhan “bisikkan” kepada saya pada waktu
itu adalah, 1 Yohanes 2:15-17. Entah mengapa seketika saja, Allah seperti ingin
memberitahu saya bahwa : “Theos... sekalipun engkau ada didunia ini,
menginjakkan kaki diatas tanah ciptaan Ku ini, namun engkau haruslah memiliki
hati dan pikiran yang tertuju kepada Sorga”. Ya... Ya... ini bukan hanya bagi
saya namun bagi seluruh orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Ini tentang
mengasihi Allah... mengasihi Dia... mencintai Dia... dan bukan
mengasihi/mencintai dunia ini.
Wow... ini suatu kebenaran yang tidak mungkin dapat
ditemukan diluar Alkitab. Saya tidak pernah menemukan konsep ini di dunia selama
saya hidup. Saya tidak pernah menemukan ada orang mengajarkan perkara ini jika
bukan berdasarkan Alkitab. Ini hanya ada didalam Alkitab, Firman kehidupan yang
kekal dari Allah yang hidup. Bagaimanakah ini selanjutnya...??? Ya... saya akan
segera memulainya, dengan mengikuti kerangka dari kotbah yang saya susun.
I.
Pendahuluan
1. Mengasihi
Allah adalah hal yang dikontraskan dengan mengasihi dunia.
2. Konteks
dekat
II.
Suatu Larangan
1. Janganlah
kamu
2. Isi
Larangan
a. Jangan
mengasihi dunia
b. Jangan
mengasihi apa yang ada didalam dunia
III.
Rincian Larangan
1. Keinginan
Daging
2. Keinginan
Mata
3. Keangkuhan
Hidup
IV.
Alasan Larangan
1. Kasih
akan Bapa tidak ada, jika mengasihi
2. Apa
yang ada di dalam Dunia ini bukan dari Bapa
3. Dunia
ini sedang Lenyap
VI.
Problematika
1. Kegagalan
kita untuk menghindar dari ke tiga larangan
2. Kita
masih hidup di dalam dunia ini
V.
Solusi
1. Mengasihi
Allah
2. Melakukan
kehendak Allah
Kotbah ini secara tidak di sengaja akhirnya saya
kotbahkan untuk kedua kalinya di salah satu cabang sinode Kabar Baik di
Kalimantan Barat (GKBI Buluh), pada waktu perayaan Kenaikan Tuhan Yesus
Kristus, 04 Mei Minggu lalu. Gembala sidang di sana meminta saya untuk
menyampaikan Firman Tuhan pada perayaan besar tersebut, sementara dalam waktu
yang singkat (hanya 1 malam), saya harus memikirkan bahan kotbah. Maka, setelah
saya pertimbangkan, kotbah yang telah saya sampaikan di jemaat Kabar Baik Sibo
yang saya layani, kembali saya kotbahkan di jemaat Kabar Baik Buluh.
Hubungan
yang saya lihat dari kotbah tersebut dengan perayaan kenaikan Tuhan Yesus
adalah : Kita yang hidup didalam dunia ini, haruslah hidup dengan hati dan pola
pikir yang sama seperti Kristus yang sekarang ada di sorga, kurang lebih 2000
tahun yang lalu telah naik kesana, dan kita akan segera juga kesana.
Puji Tuhan... saya secara pribadi, begitu diberkati
dengan kotbah yang saya kotbahkan sendiri. Bagaikan pelita yang menerangi
dibagian tergelap. Suasana sukacita dan sorgawi memenuhi hati saya ketika
setiap kali membicarakan bagian firman Tuhan ini.
Catatan kali ini tidak akan membahas secara lebih
penuhnya kotbah tersebut, namun sebagai suatu intro saja dulu. Karena saya
berencana akan membuat kotbah ini menjadi karya tulis yang lebih padat lagi.
Mungkin membutuhkan waktu 1-2 minggu ini, baru bisa saya postingkan di catatan
blog saya ini. Keinginan hati ini adalah, kiranya bagian catatan ini menjadi
berkat bagi banyak orang yang membaca.
Puji Tuhan...
10
Mei 2016
Serian,
Malaysia,
Cuti
Panjang...
Yeremia

Posting Komentar untuk "OUTLINE : MENGASIHI ALLAH ATAU MENGASIHI DUNIA"