zmedia

Duduknya Daku di Bangku Kelas-Nya Tuhan!




(Suatu perenungan tentang usainya studi)


Apakah yang hendak ku katakan tentang hal ini...
Sesuatu hal yang bagi ku belum layak untuk di alami
Perkara besar yang sebenarnya, tidaklah segampang ku lihat mentari yang terbit
Harus terjadi sebagai penutup satu kisah yang telah sekian lama terukir...

Tak akan pernah ku alami lagi masa-masa ini
Semua kisah yang terjadi menjadi tenunan kain sutra yang indah
Dari tangan sang Penenun yang ajaib
Untuk di bentuk menjadi suatu kain yang indah di pandang dan layak di gunakan....

Sekalipun semula ia adalah kain yang kotor...
Hina... jijik, tak layak di pandang, apa lagi di gunakan...
Hanya layak  menjadi sampah yang tak berharga sedikipun
Di ludahi sebagai tanda betapa tak pantasnya ia...

Namun... ada kasih dari Surga...
Kasih yang membawa kepada halaman surga yang terlalu manis untuk di kecap...
Kasih yang membuat apa yang terhina menjadi yang termulia...
Melalui hal itu, kini ia berdiri di hadapan dunia hendak mengatakan :

Tunggu aku... aku akan sampai di sana
Lihat aku... aku akan berdiri di pusaran gelombang yang menerpa dengan kuat
Bukan agar mereka melihat ku
Tetapi... agar mereka melihat Dia Sang Allah, Yesus Kristus... Sang Juruselamat dunia

Hal tersebut dapat terjadi dan terlihat oleh mata, SUNGGUH...
Oleh karena adanya Ia disini
Membentuk daku di bangku belajar ku
Membentuk daku di bangku kehidupan ku
Membentuk daku di peleburan api penginjilanNya
Membentuk daku di luasnya tanah lapang pedalaman....
Membentuk daku melalui mereka yang ada untuk memegang tangan ku
Membentuk daku melalui dia, yang adalah tulang punggung ku dan mount everst ku...
Membentuk daku melalui, dua orang yang melalui mereka, aku dapat melihat hari pertama di hidup ku....
Melalui mereka yang kecil... tetapi, membuat aku menjadi dewasa...
Melalui mereka yang membuat daku pergi meninggalkan semua yang daging ku cintai, yakni mereka buah hati ku, dan mahkota kebanggaan ku di hadapan Bapa... umat Mu...!!!
Menenun jiwa ku dengan perlahan untuk menuju kepada kepastian... dan hidup dalam kegairahan meditasi yang manis nan mesra...
Menenun tubuh ku menjadi bentuk yang serupa dengan Kristus... dengan kedisiplinan dan teror diri sendiri...
Menenun hati ku untuk mengerti kelemah lembutan dan kerendahan hati, dengan temannya adalah kejengkelan dan kebencian...
Membuat pikiran ku untuk lebih enggan di gunakan sebagai patokan kehendak Allah
Membuat segenap batin ku untuk lebih peka akan keterbatasan dan kehinaan diri sendiri
Menjadikan rupa jiwa dan raga ku lebih... lebih... kepada Kristus...

Semua itulah yang terjadi selama duduk nya daku di bangku kelasNya Tuhan ini...
Dan  oleh karena perkara itu semualah, enggan rasanya meninggalkan drama ini...
Mungkin hanya untuk seribu tahun lagi, aku masih ingin begini...
Masih mau duduk dan diam mendengar Dia saja....

Tak ingin ku tinggalkan... aduh... aduh...
Tak ingin...................
Bisakah ku minta kepada Dia untuk jangan lakukan ini,
Untuk ku tinggalkan masa-masa ini...!!!

Ya ampun... mungkinkah hal tersebut terjadi...?
Huh... tidak rasanya...
Dia punya kehendak yang berbeda, guna membawa daku kepada langkah yang selanjutnya
Bagi kemuliaanNya...
Amin...



Note : Doakan teman-teman, saya akan sidang skripsi pada tanggal 15 Juli 2016, dan wisuda pada tanggal 18 Juli 2016.

“Kesarjanaan teologi ini, bukan kebanggaan ku, tetapi tanggung jawab yang membuat ku rendah hati melayani Dia... Juruselamat jiwa ku”.

Yer, 12 Juli 2016
Kabar Baik, God bless us...

“Tulisan ini terkhusus, ku persembahkan kepada “dia”... yang hadir di masa senja drama ku ini... yang membantu ku untuk mengangkat tangan ini lebih tinggi lagi....!!!”

Posting Komentar untuk "Duduknya Daku di Bangku Kelas-Nya Tuhan!"