Setelah
diamati dengan sungguh-sungguh, dan dengan hati yang murni telah di sucikan
oleh Allah, merenungkan... Sebuah tumbuhan yang Allah ciptakan, yakni Teratai.
Ini bukan tentang dia, juga bukan tentang kita... tetapi ini tentang Dia. Allah
yang hidup yang membuat segala yang ada, memancarkan kilauan kemuliaanNya.
Dimanakah letak kemuliaan Allah yang tampak dalam sebuah Teratai...? Itulah
yang aku pikirkan, seketika ku lihat ia disungai yang kecil milik tepian sawah
warga setempat (tempat dimana aku melayani Tuhan). Ada dua pesan yang hendak
Teratai tersebut sampaikan kepada manusia.
I.
Daun Teratai yang lebar terisi Air :
Demikianlah setiap anak Tuhan menerima Talenta (tanggung jawab) sesuai
kemampuannya sendiri.
A. Daun
Teratai begitu banyak (besar dan kecil), namun air yang menggenanginya tidaklah
sama persis setiap daunnya, melainkan bervariasi (yang kecil ada terisi penuh
juga ada yang tidak, yang lebar ada yang terisi penuh juga ada yang tidak).
B. Satu
Batang Teratai, bisa sampai 7 hingga 10 daun lebar namun tetaplah memiliki satu
batang kekuatan saja untuk tetap berdiri diatas dasar air (1 batang).
1. Setiap
orang percaya diberi oleh Allah “tanggung jawab” yang dimana Allah tahu
kemampuan orang tersebut sejauh mana, dan;
2. Allah
tetaplah menjadi sumber kekuatan orang percaya, sama seperti sub-poin b diatas.
C. Matius
25:14-30 adalah yang hendak di ingatkan oleh sebuah Teratai.
II. Daun
Teratai yang Lebar di isi Air (sedikit), sementara ia ada diatas Air juga :
Bagaikan orang percaya yang hidup di dalam dunia menikmati segala berkat
rohani, yang sesungguhnya sudah tertidur di atas segala berkat yang Allah
sediakan di kerajaan surga-Nya.
A. Daun
Teratai itu akan tenggelam sepenuhnya di dalam air ketika ia sudah berusia tua
dan waktunya untuk mati.
B. Daun
Teratai tersebut, tidaklah langsung hilang dari atas permukaan Alir, namun ada
dibawah air sekitar 1-2 cm.
1. Demikian
orang percaya yang akan menikmati segala berkat di dalam surga secara total
dari Allah di saat ia berbalik kerumah Bapa dan meninggalkan dunia fana ini.
2. Hidup
orang percaya yang menerima berkat Allah di dalam dunia, ia akan di ingat dan
masih meninggalkan jejak bagi setiap manusia yang hidup di dunia.
Note : Sore ini, 02 April 2016, aku menemani
anak-anak muda yang ku layani di pedalaman Kalimantan Barat memancing ikan di
perairan pesisir kampung. Di tengah kenikmatan memancing, ku tatap kemuliaan
Allah di antara banyaknya tumbuhan Teratai di sungai dimana aku memancing, Puji
Tuhan...!
02
April 2016.
Yer.

Posting Komentar untuk "TERATAI Dengan Ke-ELOKAN-nya...!"