(Suatu perenungan tentang persahabatan yang
terluka)
Kata maaf mungkin tidaklah cukup
Untuk menenangkan hati nya
Yang terluka oleh karena ucapan
Dari seorang yang tidak pantas berbicara
Jika hendak melihat kenyataan yang ada
Mungkin tidaklah hanya sebatas itu saja
Ucapan yang keras dan sikap sinis bisa saja ada
Lalu berdiam dan tak berbicara sedikitpun...
Aku mulai mengoreksi hati ini
Apakah tulus itu kusampaikan
Mungkin aku kecewa dan tak puas oleh hal lain
Yang menjadikan kejadian malam itu sebagai sarana
pelampiasan?
Ya... entahlah... mengapa hati ini tidak setuju
Tidak terima jika demikian halnya
Tidak mau dikatakan seperti itu
Karena aku sudah cukup tulus berbicara
Aduh..., sungguh salah aku
Mengapa demikian aku berbicara
Mungkin masih ada hal lain yang pantas
Em... bukan mungkin, tetapi memang ada...
Pertama adalah, bahwa aku mengklaim anggapan ku
salah
Aku memang tidak tulus...
Kedua adalah, bahwa aku terlalu lekas untuk
memilih cara yang salah
Sebab ada kata manis nan indah yang sedap
didengar...
Tetapi kini itu terlambat...
Hari sudah berlalu... kejadian itu sudah menjadi
catatan dihari itu
Hari yang jika ingin ku sesalkan
Dan aku yakin Tuhan akan tidak setuju...
Jarak tercipta...
Suasana berbeda...
Tak seperti biasa
Dan aku risau olehnya...
Mungkinkah ini terus berlanjut
Akankah demikian hari hari ini...
Aku harap, esok hari ia tersenyum
Dan berbicara tentang hari yang Allah buat
Ya... kiranya ia bisa demikian
Untuk aku belajar lebih lagi
Tentang pertemuan yang menjadikan kita satu
Tentang kasih yang menutupi pelanggaran
Aku rindu itu
Aku ingin itu terjadi
Lekas lah... tinggalkan perasaan itu
Baliklah seperti diterbitnya pertemuaan kita...
Aroma keindahan kesatuan
Cinta kasih satu akan yang lain
Keharmonisan melodi, tangan yang bergandengan
Demi kita, demi mereka, dan demi Allah...
Yer.
29 Okt

Posting Komentar untuk "Baliklah Seperti diterbitnya Pertemuaan kita...!"