“Aku
mencurahkan keluhan ku ke hadapanNya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapanNya”
(Mazmur 142:3)
Mengeluh... adalah suatu tindakan
yang sering kita lakukan. Ketika hasil pekerjaan tidak sesuai dengan target
pencapaian, maka kita sering mengeluh. Ketika ada seseorang yang membuat kita
jengkel, maka sering juga kita mengeluh. Dan yang paling besar dari pada itu
semua adalah, di saat kita mengalami permasalahan... keluhan kita amatlah besar
sekali. Aduh... mengapa bisa begini..!!! Aduh... kenapa kamu berbuat seperti
itu...! Aduh... aduh... dan aduh...!!! Ini adalah fakta yang tidak bisa kita
hindari dan sering terjadi menimpa semua orang, termasuk orang percaya.
Pertanyaannya sekarang adalah; apakah kita bisa
tidak mengeluh...? Mungkinkah ada saat dimana kita bisa terbebas dari mengeluh?
Adakah kita akan mengalami masa yang tidak ada ada permasalahan lagi dan
menjadikan kita tanpa keluhan dalam hidup ini??? Jawaban dari pertanyaan ini
adalah tidak mungkin. Tidak mungkin kita akan terbebas dari permasalahan yang
menyebabkan kita tanpa keluhan. Ini tandanya bahwa semua manusia tanpa
terkecuali, pasti hadapi masalah, dan sering mengeluh. Lantas bagaimana dengan
judul renungan kita sekarang ini yang berkata bahwa tinggalkanlah keluhan...!!!
Menyongsong tahun baru ini, tentunya harapan dari
semua orang percaya adalah; melihat dan mengalami penyertaan Tuhan yang lebih
besar lagi. Kita mau agar pekerjaan kita diberkati Tuhan, suami isteri dan
anak-anak kita semakin baik dan sukses pekerjaannya! Dan masih banyak lagi
tentunya. Didalam keadaan yang demikian, bagaimanakah kita mengatasi keluhan
demi keluhan yang mungkin akan ada di setiap perjalanan hidup kita itu? Alkitab
berpesan bagi kita bahwa; seperti Daud di saat ia ada didalam gua, dalam masa
yang penuh dengan kesulitan sebab ia dikejar-kejar oleh musuhnya, ia berkata “Aku mencurahkan keluhan ku kehadapanNya”...!
Daud tahu kepada siapa ia harus mengarahkan
keluhannya itu! Keluhan yang Daud sampaikan kepada Tuhan bukanlah suatu keluhan
yang berbunyi: “ya ampun Tuhan... mengapakah hidup ku begini...! Kenapa aku
susah seperti ini...! Aku sudah bosan Tuhan... sudah malas...!!!”, tidak.
Tetapi bunyi dari keluhan Daud yang ia sampaikan kepada Tuhan adalah “Engkaulah
tempat perlindungan ku, bagianku di negeri orang-orang hidup! Perhatikanlah
teriakku, sebab aku telah menjadi sangat lemah. Lepaskanlah aku dari pada
orang-orang yang mengejar aku, sebab mereka terlalu kuat bagi ku...” (ay 6-7).
Keluhan yang disampaikan dalam penyerahan diri secara total kepada Tuhan.
Berseru-seru kepada Dia menyampaikan kesulitan yang dihadapi. Inilah keluhan
yang dipersembahkan kepada Allah!
Meninggalkan keluhan, bukanlah berarti hidup akan
tanpa keluhan. Sebab itu adalah hal yang mustahil, karena kita semua adalah tetap
insan yang lemah...! Namun, meninggalkan keluhan adalah; disaat keluhan itu
muncul dihati kita, maka tindakan yang harus kita lakukan adalah bukan
menampakkannya kepada dunia agar mereka tahu bahwa kita sedang mengeluh, tetapi
datanglah kepada Tuhan. Serahkan kepada Tuhan keluhan itu, maka setelah di
serahkan... sudah... katakan good bye... selamat tinggal... kepada keluhan.
Sebab Allah pasti akan melakukan perkara yang besar. Dan kasih setia-Nya tiada
pernah berhenti menyertai anda dan saya. Jika demikian sikap yang kita tumbuh
kembangkan... maka anda akan lebih banyak bersukacita... sebab keluhan bukanlah
menjadi beban berat yang menghancurkan kita, tetapi keluhan menjadi langkah
dimana kita datang kepada Tuhan!!! Ini suatu tindakan iman, yang membahagiakan
kita semua sebagai orang-orang pilihan Allah. Amin, Tuhan Yesus memberkati!

Posting Komentar untuk "Meninggalkan Keluhan..!"