"TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya dan menyeberangkan mereka pada waktu banjir. Ia menghabisi sama sekali orang-orang yang bangkit melawan Dia, dan musuh-Nya dihalau-Nya ke dalam gelap" (Nahum 1:7-8)
God is good...! Allah itu baik...! Saya teringat kepada seorang hamba Tuhan yang berlibur
selama 2 minggu ke rumah temannya. Selama ia dirumah temanya itu, ia mendapati bahwa
temannya tersebut terlalu sering mengeluh tentang berbagai kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginannya. Sementara ia, dalam semua kejadian yang mengesalkan selama 2
minggu itu, yang terucap dari mulutnya adalah hanya tiga kata: “God is good!”.
Ya... ucapan itu benar dan
penempatannya juga adalah benar. Bahwa Tuhan
itu baik! Dalam situasi seperti apapun Tuhan tidak pernah berubah menjadi tidak
baik atau jahat. Kebaikan Tuhan
adalah kebaikan yang berbeda dari apa yang dapat manusia sebut dan lakukan
sebagai kebaikan. Sebab hanya Allah saja yang sanggup bertindak dalam kenyataan sepahit &
sejahat apapun untuk mengerjakan itu semua kepada kebaikan (Rm 8:28).
Paradigma yang sering dipegang oleh banyak orang Kristen adalah bahwa jika
sudah jadi Kristen, maka pasti akan selalu “baik-baik” saja (tentunya seperti
yang ia maksudkan). Ini adalah kesalahan yang fatal sekali! Sebab jikalau
demikian, kita akan salah menilai Tuhan; karena dalam kehidupan ini semua orang
tidaklah akan bisa luput dari yang namanya kesulitan. Tetapi hendaklah kita
merenungkan beberapa hal di bawah ini, berdasarkan nats di atas:
Bahwa Allah itu
baik karena Dia “adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan” dan “mengenal orang-orang yang berlindung padaNya”. Nahum
membawa berita ilahi tentang Niniwe adalah dengan tujuan untuk menghibur umat
Tuhan Yehuda yang pada waktu itu menantikan pertolongan Tuhan oleh karena
mereka mengalami penyerangan dari bangsa Asyur-Niniwe. Keadaan yang demikian
adalah keadaan yang sangat menakutkan, sebab Yehuda melihat kerajaan Utara
(Israel) sudah di serang habis, dan kini
mereka juga habis di serang...! Tetapi berita yang di bawa oleh Nahum adalah
penghiburan yang luar biasa. Bahwa Tuhan itu baik, dan Ia akan menghancurkan
bangsa yang bengis dan jahat itu dengan kuat kuasa-Nya!
Bukankah tindakan Allah itu adalah
spesifik bagi kita? Bukankah kasih-Nya adalah kasih yang sepihak hanya bagi
kita anak-anak-Nya? Itulah sebabnya kita selalu berkata bahwa Dia baik, meskipun kenyataan sepertinya berkata lain. Tuhan baik dalam segala keadaan, sebab Dia tempat perlindungan dan mengenal kita anak-anak-Nya!
Jika demikian sikap kita terhadap kenyataan yang tidak
menyenangkan, maka kita sedang melakukan beberapa hal:
- Dengan itu kita memandang semua yang terjadi seperti mata Tuhan melihat!
Bagaimanakah mata Tuhan melihat semua
kenyataan yang menyakitkan dalam hidup kita? Alkitab menjawab bahwa itu semua adalah baik bagi kita (Rom 8:28).
Mengapakah kita mesti melihat semua kenyataan seperti mata Tuhan melihat? Sebab apapun yang terjadi Allah menghendakinya dan Allah
merencanakannya dengan maksud yang mulia. Oleh sebab itu, kita yang mengalaminya
haruslah memandangnya demikian juga. Maka yang akan lahir dari hidup kita
adalah ucapan syukur dan percaya! Sebab tujuan Allah di dalam melakukan apapun
dalam hidup kita tidak mungkin dua tujuan! Pasti hanya satu tujuan, yakni
kebaikan. Tidak mungkin juga kebaikan dan kejahatan! Ini tidak ada dalam diri
Allah.
Yeremia 29:11 berkata “Sebab
Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu,
demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan
kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”. Ini
adalah rancangan Tuhan bagi hidup umat-Nya. Apakah kita mau mengaminkan apa
yang Tuhan katakan ini atau tidak, itulah yang menjadi kunci agar anda menjadi
orang yang mampu melihat semua kenyataan apapun itu seperti Tuhan melihatnya,
maka konsekuensinya adalah anda akan berkata bahwa Tuhan baik dalam segala
keadaan!
- Dengan itu kita belajar untuk percaya kepada Tuhan dan bukan kepada diri kita sendiri!
Ketika kita
menggerutu atau menolak kenyataan pahit dalam hidup ini, berarti kita sedang
tidak percaya bahwa itu semua dikendalikan oleh Tuhan dan Tuhan yang
mengarahkannya kepada apa yang baik. Kita lebih percaya kepada apa yang ada dipikiran
kita! Juga kita lebih yakin bahwa kitalah yang lebih mengetahui mana yang baik
ketimbang Allah! Ini adalah kesalahan yang besar sekali.
Bukankah tiada dasar bagi Nahum
untuk berkata “TUHAN itu baik” jika
melihat kepada kesusahan yang dialami oleh Yehuda? Bukankah tiada dasar bagi
Paulus untuk berkata “segala sesuatu
mendatangkan kebaikan”, jika melihat kepada penderitaan yang harus ia alami
selama melaksanakan pemberitaan Injil? Tetapi... mata mereka tertuju kepada
Tuhan! Hati mereka percaya kepada Allah dan bukan kepada dirinya sendiri.
Itulah sebabnya Alkitab berkata bahwa terkutuklah orang yang mengandalkan
manusia (Yer 17:5). Oleh sebab itu, percayakan saja
kepada Tuhan kenyataan yang pahit tersebut, sebab tiada yang dapat melampaui
kuasa dan kasih Tuhan yang sanggup merubah tangis menjadi tawa, duka menjadi
suka, dan kering tandus menjadi aliran air lautan!
- Dengan itu kita sedang memilih untuk tenang dari pada digelisahkan oleh kenyataan yang mengesalkan.
Coba anda
bayangkan ketika anda terus menerus memikirkan perbuatan orang yang menyakitkan anda atau kejadian yang tidak sesuai keinginan kita, satu harian saja... maka dipastikan anda terganggu untuk bekerja,
makan, bahkan untuk tidur, sebelum masalah itu diselesaikan...! Ini sangat
menyita waktu anda. Mengapa tidak melakukan hal yang baik saja? Dengan percaya kepada Tuhan
yang akan menyelesaikannya! Ya. Allah akan menyelesaikannya dengan cara yang unik, ketika anda
percaya.
Mari kita melihat ayat 12&13, di
sana diberitahukan kepada umat Tuhan bahwa Allah ada dipihak mereka. Allah akan
meninggikan Yehuda setelah Ia “merendahkannya” untuk beberapa waktu! Ini adalah
janji Tuhan yang indah untuk dijadikan pedoman mereka pada saat itu, untuk
meneruskan kehidupan mereka. Demikianlah kita, hendaknya menjadikan janji Tuhan
sebagai pedoman hidup kita, sehingga tidak di landa ketidak-tenangan secara
berlebihan!
Disinilah letak kekuatan kita untuk
menjalani kehidupan sebagai orang percaya: bahwa Tuhan itu baik bagi ku dalam segala keadaan. Kiranya kita menjadi
orang yang menikmati kebaikan Tuhan tersebut, meskipun dalam badai yang
bergelora. Sebab tiada satu halpun yang terjadi dalam hidup kita diluar kendali
Allah yang penuh kuasa dan kasih! Amin, Tuhan Yesus
memberkati anda!

Posting Komentar untuk "God Is Good"