Mereka katakan ini
adalah sebuah perasaan sayang
Keinginan yang normal
selayaknya semua
Diantara mereka yang
cukup usia untuk mengenal
Mengasihi, memiliki dan
menemani
Mereka juga katakan
bahwa kisah ini adalah sebuah pewujudnyataan dari rasa sayang itu
Agar salah satu di
antara mereka bisa menerima
Dan begitu juga
sebaliknya
Lalu itulah cinta!
Namun bagi ku ini
berbeda
Dan ku rasa bahwa ini
juga bukanlah sesuatu yang baru
Tetapi hanya saja
maknanya telah hilang
Dan tidak di mengerti
secara mulia oleh mereka yang sepatutnya demikian
Mereka terlalu di
sibukkan oleh lamunan cinta yang bersifat sementara
Di giring oleh gejolak
asmara yang sepertinya hakiki
Padahal itu ialah
gelombang singkat yang akan pergi
Yakni keindahan suara
dan paras dari sosok seseorang
Memang ada yang berkata
bahwa cinta itu datang
Datang dari mata turun
ke hati
Tetapi aku akan katakan
sesuatu yang berbeda kali ini
Bahwa cinta itu dari
hati yang kemudian memancar keluar dari mata...!
Aku ingin melihat apa
yang sebenarnya
Tertarik dengan apa
yang ada di bawah riuk gelombang air laut
Aku ingin menyelami
samudera itu
Lalu berdiam sejenak
akan indahnya bagian itu
Bahwa ternyata Cinta
adalah sebuah panggilan
Dari Dia yang telah
menjadikannya ada
Agar dinikmati dan
digeluti sebagai karunia Allah
Untuk berjalan bersama
dihadapan Dia dan bukan manusia!
Oleh karena itu tahulah
daku
Bahwa cinta tidak
mengikuti gejolak cinta
Cinta tidak
dipermainkan oleh perasaan yang rapuh ini
Juga cinta tidak harus
dipengaruhi oleh keadaan, sekeliling dan orang lain
Cinta itu sesuatu dan
bukan dari aku
Cinta itu pemberian dan
bukan disumbangkan
Cinta itu pengikat dan
bukan diikat
Serta cinta itu bekerja
dan tidak dibuat-buat
Ketika keadaannya
senang dan engkau cinta,
Itu adalah kebaikan
Ketika keadaannya tidak
senang dan engkau cinta,
Itu adalah kebaikan
yang luar biasa
Ketika perasaan mu
baik-baik saja dan engkau cinta,
Itu adalah manusiawi
Ketika perasaan mu di
hancurkan luluh lantah dan engkau cinta,
Itu adalah rangkulan
dari cinta yang sesungguhnya
Disaat dia tidak bisa
melakukan hal-hal yang wajar bagi mu
Yang mungkin engkau
pikir adalah hal yang pantas dari seorang kekasih
Dan di situ engkau
hanya diam dan tetap setia melakukan kehendak Allah
Maka itulah cinta
sejati yang turun dari surga!
Disaat dia terbatas
untuk berbuat semua yang engkau inginkan
Bahkan mungkin lebih
banyak dari yang engkau pernah pikirkan
Dan di situ engkau
hanya katakan “Terimakasih Tuhan...”
Maka itulah cinta yang
murni dengan sedikit keruh
Ketika dia lebih banyak
bekerja untuk orang lain ketimbang menghabiskan waktu untuk mu
Bahkan terkadang sampai
engkau berpikir “Semoga esok adalah hari liburnya yang panjang”
Dan di saat itu engkau
bisa memberi senyum manis padanya dan memberikan secangkir kopi hangat di pagi
hari untuk nya
Maka itulah cinta yang
tak lekang oleh waktu, turun dari surga untuk anak manusia
Ketika pekerjaan Tuhan
jauh lebih sering ia pikirkan dan kerjakan
Hingga sampai penuh
hari itu untuk pekerjaan Tuhan
Dan engkau tetap setia
di belakang untuk mengikutinya, serta berkata “biar Engkau makin besar dan aku
makin kecil”..., “biar Tuhan dimuliakan dan aku semakin kecil”
Maka itulah cinta yang
mengalir dari hati Bapa bagi seorang anak perempuan yang mengasihi
Ketika sampai maut
memisahkan dan membawa dia kepada Bapa
Sampai engkau menangis
dan setelah itu bergembira karena telah bersama-Nya
Lalu kuat menerima
segala yang ditinggalkan olehnya, bahkan bekerja lebih keras lagi
Maka itulah cinta yang
siap menerima!
Inilah aku dan sebuah
tulisann singkat dari hati ku
Sebagai seorang yang
suka bermimpi
Lalu menyusun dengan
rapi semua mimpi itu
Lalu berusaha berjalan
untuk mengejar mimpi bersama Dia!
10 Oktober 2018
“Di Posting karena
mengingat hari Ulang Tahun Mu”
06 Nov, Ketika dahulu akupun melakukan hal yang sama dalam Tulisan 'Dengan ku Pegang Hati Mu Tanpa Mengambilnya'
06 Nov, Ketika dahulu akupun melakukan hal yang sama dalam Tulisan 'Dengan ku Pegang Hati Mu Tanpa Mengambilnya'

Posting Komentar untuk "Cinta yang Murni dengan Sedikit Keruh"