zmedia

Teman Sekerja





Rom 16:9  Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi.
Rom 16:21  Salam kepada kamu dari Timotius, temanku sekerja, dan dari Lukius, Yason dan Sosipater, teman-temanku sebangsa.
2 Kor 6:1  Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.
Flp 2:25  Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku.
Flm 1:1  Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami

Ketika dulu saya masih duduk di bangku kuliah teologi, pernah seorang dosen besar kami berkata bahwa ‘Hal yang paling sulit untuk dihadapi dan kerapkali persoalan itu datang bukan dari objek pelayanan kita, tetapi justru oleh rekan kerja kita!” Tapi mungkin pernah juga orang berkata “Tapi itu berlaku bagi mereka yang pergi melayani bersama team”, namun kini saya balik menjawab pernyataan itu “Siapakah gerangan manusia di kolong langit ini yang tidak membutuhkan rekan kerja?” “Siapakah wahai gerangan penginjil, hamba Tuhan, yang tidak membutuhkan rekan?” Maka di sini kita dapat melihat bahwa ternyata memang kita tidak dapat terhindar dari fakta bahwa kita memang sangat-sangat memerlukan orang lain sebagai teman sekerja kita!

Tidak sampai di situ saja, kebalikan dari kenyataan di atas adalah bahwa ternyata oleh rekan kerja jugalah kita akan dapat melangkah dengan eksis dan berhasil dalam pelayanan atau pekerjaan kita! Oleh rekan kerja jugalah maka kita dapat menggapai keberhasilan sebuah misi. Oleh teman sekerja pulalah maka anda dan saya bisa sampai di sini, sekarang dan sejauh ini. Bahkan seorang penulis buku yang berhasil sekalipun akan menuliskan ucapan terimakasihnya kepada editornya yang telah berjuang untuk menyunting karya tulisnya di halaman pedahuluan dari buku yang laris manis itu. Ini bagaikan dua mata koin, mata yang pertama penuh keindahan sementara mata yang kedua penuh dengan kesulitan, persoalan rumit bahkan pertikaian! Hanya tergantung pada mata koin yang mana akan jatuh tergeletak mengarah ke atas??? Ini sebuah perenungan singkat yang akan segera kita jelajahi sebentar, lalu akan kita temukan jawaban dari Tuhan perihal teman sekerja!

Saya temukan ada 5 ayat dalam Alkitab yang tertulis kata ‘teman sekerja’. Semua ada dalam Perjanjian Baru, dan lebih khusus lagi semua ada dalam tulisan Rasul Paulus. Siapakah Paulus? Jika kita hendak membandingkannya dengan murid-murid Tuhan Yesus yang terdahulu, maka benar bahwa Paulus murid yang terlambat! Karena ada Simon Petrus, Anderas, Yakobus, Yohanes, Filipus, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, Matius, Bartolomeus, dan tidak perlu di hitung Yudas! Tetapi persoalannya adalah bahwa ternyata nama-nama yang Paulus sebutkan dalam surat-suratnya itu bukanlah murid-murid senior, tetapi mereka yang baru mengenal Kristus kemudian, bahkan... anak rohani dari Paulus itu sendiri. Siapakah mereka? Mereka adalah Urbanus, Stakhis, Timotius, Lukius, Yason dan Sosipater, Epafroditus serta Filemon. Timotius kita tahu bahwa dia adalah anak rohani Paulus. Filemon... kita juga tahu bahwa dia adalah orang yang berhutang dirinya sendiri atau berhutang nyawa bahkan kepada Paulus (Flm 1:19). Mereka semua adalah orang-orang yang baru muncul dan hasil dari buah pelayanan rasul Paulus. Tetapi sungguh menarik keindahan kasih mesra dari pribadi Paulus, di mana dia yang adalah guru besar, senior yang tua, berjumpa pribadi dengan Kristus, dan seangkatan dengan 11 rasul lainnya, mau berkata terhadap mereka semua bahwa mereka adalah teman sekerja ku! Sungguh sebuah teguran telak yang paling keras, menghancurkan keegoan, keangkuhan serta kesombongan kedudukan bagi kita yang terlalu membanggakan diri ini!

Rasul Paulus menyamakan dirinya dengan mereka yang adalah juniornya.  Kubu pertama yang hendak ditegur oleh kenyataan ini adalah : sesama para pelayan Tuhan! Sungguh miris sekali hati ini jika melihat sesama kita yang adalah pekerja diladang Tuhan tetapi saling sikut menyikut. Saling curiga, iri dan menyerang. Saling bentrok dan tidak mau bekerja sama! Perihal tidak bisa bekerja sama itu belakangan, tetapi minimal; ada kemauan untuk bekerja sama! Lebih miris lagi adalah mengenai kenyataan sekarang ini ; dimana-mana Gereja mulai mendirikan temboknya masing-masing dengan mengkedepankan organisasinya sendiri, mementingkan kelompoknya dan menutup diri dengan mereka yang berbeda nama plang atau organisasi Gereja. Ini gejala yang tidak akan pernah membawa kita sampai pada kehidupan yang kekal! Melainkan ini gejala yang akan menghancurkan masa depan Gereja serta mematikan bibit-bibit muda yang hendak bekerja diladang Tuhan. Bagaimana tidak! Sesama pekerja Tuhan saja saling bentrok!

Justru karena itu saya kembali mengingat pernyataan dosen saya dulu yang saya sudah katakan di awal tadi, bahwa ternyata hal yang paling sulit untuk dihadapi di ladang pelayanan ini adalah teman sekerja. Ketika teman kita sudah tidak mau lagi sekerja dengan kita! Ketika teman kita mulai mementingkan keinginannya sendiri! Ketika teman kita mulai menyombongkan diri dan menganggap bahwa semua usahanya adalah penentu keberhasilan pelayanan ini! Ketika teman kita sendiri tidak menghargai usaha pekerjaan kita yang mungkin terlihat sedikit progresnya! Ketika teman kita sendiri menghina kita didepan rekan kerja yang lainnya! Ketika teman kita sendiri mengkhianati kita, bahkan mengkhianati “Bapa rohani” nya sendiri yang dimana kita dan dia dulu adalah satu ‘ayunan’ milik Bapa dan Ibu kita yang sama! Ketika kita diabaikan oleh teman kita sendiri dan mulai bergerak sendiri tanpa memperdulikan kita, lalu dia bekerja dan berhasil, lantas meninggalkan kita! Ketika perihal makan dan minum di persoalkan diladang Tuhan dan kita dituntut olehnya sedemikian rupa, sampai-sampai kita tertekan! Ketika persoalan pribadinya dan keluarganya di hubungkan dengan pelayanan team, dan kita semua di tuntut bersalah olehnya karena tidak memperhatikan dia, isteri dan anak-anaknya! Ketika program yang di susun oleh kita tetapi tidak dilakukan olehnya, dan menganggap bahwa program kita sulit untuk diaplikasikan! Ketika, ketika... dan ketika...! Ini tidak akan bisa habis, karena kita lebih sering dan lebih mudah untuk menunjuk kelemahan orang lain dan sulit untuk menyanjung kelebihan mereka.

Ketika semua itu terjadi atau salah satu saja menimpa kita, maka disinilah kita sedang dibentuk oleh Tuhan! Apakah kita tetap setia dan tetap memandang bahwa dia adalah rekan sekerja kita? Dia adalah teman sekerja anda? Meski mengecewakan dan engkau direndahkan, tetapi apakah engkau tetap memaafkannya dengan tulus lalu mengharapkan pertolongannya dalam pekerjaan pelayanan? Bisakah engkau seperti Paulus, yang meski adalah senior tetapi tetap berkata bahwa mereka adalah teman sekerja ku? Meski mereka mungkin adalah adik mu, adik kelas mu, baru terjun pelayanan, masih muda, kurang pengalaman dan terbatas..., namun tetap engkau sebut sebagai teman sekerja mu? Saya yakin anda dan saya akan bisa berkata seperti itu jikalau kita mengingat Kristus dan mengingat hamba-Nya yang setia sang Rasul besar Paulus!

Itulah sebabnya ketika dahulu saya mulai turun pelayanan ke lapangan, diutus untuk pertama kalinya dan mulai bekerja untuk Tuhan di Kalimantan Barat bersama teman-teman, saya pernah menuliskan satu ketetapan hati yang berbunyi :

“Ku menetapkan hati ini, untuk jangan pernah berpikir bahwa pelayanan ini ada, berjalan, bahkan berkembang, itu karena aku, karena hikmat  ku, karena kebijaksanaan ku, karena kesetiaan ku. Tetapi masih banyak sahabat-sahabat terkasihku yang layak tuk terima pujian, oleh anugerah-Nya”. Kal-Bar, 03 Oktober 2014.

Kita harus sadar bahwa ini semua oleh anugerah Tuhan. Ini semua oleh pekerjaan Roh Kudus, dan ini semua ada dalam rencana kedaulatan Allah! Semua berjalan sesuai tuntunan Tuhan. Maka tidak ada satu hal pun yang layak kita perhitungan sebagai jerih lelah kita dan lantas membanggakan diri di atas teman sekerja. Allah mau kita tetap bekerja bersama teman, bergandengan tangan dan terus melangkah maju bersama-sama. Jika engkau adalah seorang senior, hargailah junior mu didalam Kristus. Jika engkau adalah ketua, maka sebutlah bawahan mu sebagai teman sekerja mu, karena tanpa mereka engkau tidak akan bisa bekerja dengan maksimal. Engkau tidak bisa bekerja hanya dengan kaki dan membuang tangan serta mata! Semua adalah rekan dan semua ada sekerja. Hargailah rekan kerja mu diladang Tuhan, maka pelayananmu akan berhasil.

Kubu kedua yang hendak ditegur juga oleh kenyataan ini adalah mereka yang terlibat melayani Tuhan namun tidak penuh waktu! Mereka yang ikut bekerja dalam Gereja, pengurus Gereja, jemaat, dan pemuda-pemudi, mahasiswa-mahasiswi teologi (calon pendeta, guru Injil) atau non teologi tetapi melayani Tuhan. Di hari minggu ini, ketika kita melayani, mulailah dengan menganggap semua yang melayani bersama dengan kita adalah rekan sekerja, tidak membeda-bedakan, merasa diri lebih hebat atau bahkan berusaha untuk menjatuhkan mereka karena kita merasa bahwa mereka akan menggeser posisi pelayanan yang selama ini kita pegang. Keberhasilan seorang pemimpin adalah ketika mereka menciptakan pemimpin baru. Hal itu dapat tercapai hanya jika kita menganggap semua orang teman sekerja dan terbuka untuk memberikan zona nyaman kita kepada orang lain yang mendapat kesempatan.

Sebagai penutup dari tulisan perenungan saya ini, mari kita membaca doa yang tertulis di bawah ini :

Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai-Mu…
Dimana ada kebencian, jadikanlah aku pembawa kasih,
Dimana ada penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan,
Dimana ada perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan,
Dimana ada kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian,
Dimana ada kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran,
Dimana ada kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita,
Dimana ada kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan… Mampukanlah agar aku lebih mau,
Menghibur dari pada dihibur
Memahami dari pada dipahami,
Mencintai dari pada dicintai,
Memaafkan dari pada dimaafkan…!
Sebab dengan memberi aku menerima,
Dengan mengampuni aku diampuni…
Amin…!

Pdt. Theos M. Purba, S.Th
16 November 2018

Posting Komentar untuk "Teman Sekerja"