Kolose 1:1-8
Surat ini dikirim oleh Rasul Paulus
dan Timotius kepada jemaat yang ada di Kolose (ayt 1-2), yang disebut oleh
Rasul sebagai “saudara-saudara yang kudus
dan yang percaya dalam Kristus Yesus”. Sementara Rasul Paulus pada saat itu
sedang didalam penjara (Kol 4:3,10,18) ia dengan senang hati menuliskan surat
ini kepada jemaat Kolose sebagai tanggapan atas munculnya ajaran palsu yang
mengancam masa depan kerohanian jemaat Kolose (Kol 2:8). Rasul Paulus sadar
bahwa betapa bahayanya ajaran sesat dari filsafat-filsafat kosong itu, sehingga
ia merasa bertanggung jawab untuk mengingatkan jemaat agar tetap berpegang
teguh pada iman yang benar!
Rasul awali suratnya ini dengan ucapan
syukur! “Kami selalu mengucap syukur
kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu”
(ay 3). Setiap kali Rasul mendoakan jemaat Kolose kepada Allah, ia selalu
mengucap syukur! Mari kita garis bawahi dua hal penting di sini : (1). Para
Rasul selalu mengucap syukur kepada Allah, dan bukan sekali-sekali mengucap
syukur! Kata “selalu” itu menunjukkan tindakkan yang terus menerus tanpa
henti. Setiap kali Rasul berdoa untuk jemaat ia selalu memulainya dengan ucapan
syukur, atas apa yang sudah Allah berikan kepada jemaat pada waktu itu. Ini
adalah tindakan orang Kristen yang sejati, dimana ia selalu sadar akan
pemberiaan Tuhan dan mengembalikan segala kemuliaan hanya bagi Allah dengan
mengucap syukur. Bagaimana dengan saudara
dan saya??? apakah kita selalu ingat untuk mengucap syukur kepada Allah? baik
oleh hal yang terjadi atas orang lain yang kita doakan maupun atas diri dan
keluarga kita sendiri?
(2). Para Rasul selalu berdoa
untuk jemaat (orang lain), dan bukan hanya untuk diri mereka sendiri! Di katakan dalam ayat 3 “setiap kali kami berdoa untuk kamu”, ini artinya bahwa para Rasul
tidak pernah berhenti mendoakan jemaat-jemaat yang mereka layani. Rasul Paulus
sadar bahwa mendoakan orang lain juga adalah hal yang penting. Bagaimana dengan kita? Apakah kitapun pernah
dan mau mendoakan orang lain? Atau kita hanya fokus kepada diri kita sendiri?
Dari sini kita sudah melihat bahwa
Rasul Paulus selalu mengucap syukur setiap kali mendoakan jemaat Kolose. Tentu ada
alasan bukan? Seperi hal nya Paulus, demikianpun kita jemaat Tuhan saat ini. Mengucap
syukur adalah hal yang dikehendaki dan diperintahkan oleh Allah untuk kita
lakukan. Lantas apakah alasan kita untuk mengucap syukur? Apakah karena hal-hal
materi yang kita terima cukup menjadi alasan untuk kita mengucap syukur? Jawabannya
adalah tidak. Lalu apa alasan yang paling mendasar?
1. Karena
Iman pada Kristus Yesus (ay 4a)
Iman adalah hal yang sangat berarti,
saya akan tunjukan 4 alasan mengapa iman sangat berarti bagi kita orang Kristen;
1. Sebab kita bisa beriman itu karena dianugerahkan oleh Allah (Flp 1:29), 2. Sebab
karena iman kita bisa diselamatkan (Ef 2:8), 3. Sebab karena iman kita dapat
hidup sampai hari ini dan menikmati segala yang baik dari Tuhan (Rom 1:17), 4.
Sebab karena iman kita memperoleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Oleh karena
sangat berartinya iman ini hingga Rasul Paulus menuliskan urutan pertama yang
menjadi alasan mengapa ia selalu mengucap syukur adalah “karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus” (ay
4).
Iman dalam Kristus Yesus itu
artinya menyerahkan sepenuhnya hidup dan mati kepada satu Pribadi; Yesus
Kristus. Jika iman ini kita miliki, jika didalam hati kita ada percaya, kita
percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat maka ini sudah cukup menjadi
alasan bahwa kita harus selalu mengucap syukur! Jika sampai hari ini kita masih
bisa menghadap Dia dalam doa, masih bisa beribadah di Gereja, masih sadar akan
hadir-Nya, masih takut akan Dia, masih mau melakukan kehendak-Nya, masih
mengajarkan kepada anak-anak kita berdoa dan sekolah minggu, masih taku
melanggar perintah-Nya dan mau mengasihi Dia, maka itu tandanya bahwa engkau
adalah orang beriman! Maka bersyukurlah! Bersyukurlah kepada Allah karena iman
itu ada dalam hati mu. Andaikan iman
tersebut tidak ada! Bagaimana?
2. Karena masih
ada Kasih terhadap Sesama (ay 4b)
Alasan kedua Rasul Paulus mengucap
syukur kepada Allah adalah karena “tentang
kasihmu terhadap semua orang kudus”. Mengapa ini diurutan yang kedua?
Karena memang benar adanya bahwa Kasih adalah buah dari Iman. Kasih adalah
hasil dari iman, atau iman menghasilkan kasih. Bagaimana bisa demikian? Karena
iman yang sejati pasti akan menghasilkan perbuatan baik, seperti yang Yakobus
tekankan; “Demikian juga halnya dengan
iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya
adalah mati” (Yak 2:17). Maka iman harus disertai perbuatan, dan perbuatan
yang dirangkum dalam Alkitab itu terdapat dalam buah Roh yakni; “buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan,”(Gal 5:22). Kasih menjadi salah satu hasil dari Iman.
Satu hal yang lebih dari itu semua
adalah bahwa ternyata Allah adalah Kasih; “Barangsiapa
tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1Yo
4:8), Pribadi Allah adalah kasih itu sendiri. Jika demikian halnya, kalau
didalam diri kita ada kasih itu artinya Allah ada didalam diri kita dan kita
telah menggenapkan seluruh firman-Nya didalam hidup kita, karena kasih adalah
kesimpulan dari seluruh perintah Allah (Mat 22:37-40) dan yang terakhir adalah
bahwa ternyata iman kita adalah iman yang bertumbuh dan berbuah! Jadi,
bersyukurlah oleh karena alasan ini bahwa didalam diri anda masih terdapat
kasih!
3. Karena Pengharapan
yang tersedia di Sorga (ay 5)
Alasan yang ketiga mengapa kita
harus mengucap syukur adalah “karena
pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga”. Semua orang akan semangat
jika ada sesuatu yang baik yang disediakan baginya dikemudian waktu. Saya semangat
bekerja karena ada yang akan saya dapatkan nanti, saya semangat mengikuti
perlombaan ini dan itu karena akan ada hadiah yang akan saya dapatkan nanti, dan
saya semangat menyekolahkan anak-anak saya karena kelak akan menerima upah dari
jeri lelah saya. Semua yang kita kerjakan pada dasarnya adalah karena
pengharapan! Namun bagaimana hal nya jika pengharapan kita adalah pengharapan
yang tersedia di sorga! Allah telah menyediakan segala yang baik bagi anda dan
saya di kerajaan-Nya, lantas masakan kita tidak mau dengan giat bersyukur!
Bersyukurlah kepada Bapa atas hidup kekal yang Ia berikan. Amin

Posting Komentar untuk "Alasan Untuk Tetap Bersyukur"