zmedia

Diperhitungkan Allah



“Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran” (Kejadian 15:6)
      Diperhitungkan artinya adalah; masuk dalam hitungan. Ibaratkan ada sebuah pesta besar yang diadakan oleh seorang yang kaya raya dan anda adalah salah satu orang yang diajak duduk ke depan untuk ditempatkan pada kursi yang spesial atau khusus. Ibaratkan pemerintah membuat program PKH (Program Keluarga Harapan) dan anda adalah salah satu orang yang terdaftar sebagai penerima. Jika itu diandaikan sebuah seleksi maka anda adalah orang yang lolos dari seleksi! Anda adalah orang yang terpilih! Inilah arti diperhitungkan. Abraham (Abram) adalah seseorang yang diperhitungkan oleh TUHAN! Ini artinya Abraham spesial dan khusus dihadapan Tuhan, Abraham terdaftar dalam deretan manusia yang diperkenan oleh Allah, dan Abraham adalah orang yang lolos dari seleksi yang ketat serta penuh keadilan dari Allah. Sekali lagi Abraham adalah orang yang terpilih!
      Pertanyaannya adalah oleh karena apakah Abraham diperhitungkan oleh Tuhan? Bagaimana dengan kita? Apakah anda dan saya masuk dalam hitungan sebagai orang yang diperhitungkan oleh Allah? Mungkinkah bisa; sementara kita adalah manusia yang sama sekali tidak pantas dihadapan Tuhan! Jawabannya adalah ya dan tentu saja diperhitungkan oleh Tuhan! Sebab Allah memperhitungkan Abraham bukan karena perbuatannya tetapi karena percayanya. Apa yang dikatakan alkitab “Lalu percayalah Abram kepada TUHAN”, Abram percaya kepada janji yang Allah berikan kepadanya tentang anak yang akan dilahirkan oleh isterinya Sara pada masa tuanya. Kepercayaan Abraham ini bukanlah sebuah kepercayaan yang biasa-biasa saja, sebab ini adalah kepercayaan di atas sebuah kenyataan yang sangat-sangat mustahil. Sebab tidak mungkin Sara yang sudah mati haid, berusia lebih dari 90 tahun bisa melahirkan anak bagi Abraham! Namun Abraham tetap percaya pada janji Allah, ia manaruh janji Tuhan itu kedalam hatinya senantiasa dan berjalan melewati semua perjalanan hidupnya dengan berpegang pada janji-janji Allah tersebut. Itulah sebabnya Allah memperhitungkan percayanya itu sebagai kebenaran, maka jadilah Abraham orang yang diperhitungkan oleh Alllah.
     Apakah anda merasa sebagai orang yang diperhitungkan oleh Allah? Tentunya kita harus percaya dan mengakui bahwa kita adalah orang-orang yang diperhitungkan oleh Tuhan, bukan hanya sekedar merasa tetapi memang benar-benar kita orang yang masuk dalam hitungan. Kita diperhitungkan oleh Tuhan bukan karena perbuatan atau kesalehan kita, melainkan karena iman yang ada dalam hidup kita. “Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman" (Gal 3:11). Tentang hal ini maka saya menemukan ada dua konsep Alkitab yang harus kita ketahui, agar kita bisa benar-benar yakin bahwa anda dan saya adalah orang yang diperhitungkan oleh Allah:
     1. Kita diperhitungkan oleh Allah hanya karena Kasih Karunia
      Hal yang perlu kita ketahui adalah; meskipun Alkitab berkata bahwa Abraham dan kita semua diperhitungkan oleh Allah karena iman, namun sesungguhnya iman atau percaya itupun adalah pemberian dari Tuhan secara cuma-cuma! Kita bisa percaya dan menyebut nama Tuhan adalah sebuah kasih karunia dari Allah. Filipi 1:29 berkata “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia”. Dari ayat ini kita ketahui bahwa untuk percaya kepada Kristus itu adalah sebuah karunia dari Tuhan. Kita bisa datang kepada Kristus dan mengaku bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamat adalah karena anda dan saya telah ditarik oleh Bapa; “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman” (Yoh 6:44). Justru karena kasih karunia Allah inilah maka Abraham dan kita semua bisa diperhitungan imannya sebagai kebenaran! Sebab jika hanya oleh kita semata-mata, maka mustahil kita bisa beriman. Mustahil kita bisa percaya kepada Allah. Jika bukan karena dorongan Roh Kudus dan pekerjaan kasih karunia Allah, mustahil Abraham mau menanti janji Allah yang sepertinya tidak mungkin akan terjadi.
     Sebuah kebahagiaan ketika kita mengetahui bahwa kasih karunia Allah telah membuat kita bisa diperhitungkan karena iman, sebab orang-orang yang diperhitungkan ini adalah orang-orang yang diberkati oleh Tuhan. Galatia 3:9 berbunyi “Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu”. Orang Kristen adalah orang yang hidup karena iman dan bukan karena perbuatan. Orang Kristen adalah orang yang hidup di dalam kasih karunia Allah dan bukan di bawah hukum taurat yang mengikat. “Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain,” (Gal 3:14). Bersyukurlah anda sebab anda adalah orang yang menerima berkat-berkat yang telah Allah janjikan kepada bapa Abraham, bapa orang beriman itu! Sekali lagi ketahuilah bahwa kasih karunia adalah tindakan Allah yang sepihak, kasih karunia adalah perbuatan Allah semata..., kita hanya menerima dan percaya lalu bersyukur memuji kebesaran kasih karunia-Nya! Haleluya!

      2. Pelanggaran-pelanggaran kita sudah tidak dihitung oleh Tuhan
      
      Seandainya Allah  setelah memperhitungkan percayanya Abraham sebagai kebenaran, lalu masih memperhitungkan pelanggaran-pelanggarannya maka dapat dipastikan bahwa Abraham akan gugur menjadi bapa orang beriman! Abraham akan berhenti menjadi orang yang diperhitungkan oleh Tuhan. Sebab Abraham beberapa kali telah berbohong tentang isterinya, dimana ia berkata bahwa Sara bukanlah isterinya melainkan saudaranya kepada raja Firaun Mesir dan raja Gerar yakni Abimelekh (Kej 12:10-20, 20:1-18). Inipun sebuah ketakutan dari Abraham dimana ia tidak percaya kepada Allah yang pasti memelihara nyawanya, dan ia rela menjual isterinya kepada raja-raja yang ia jumpai di atas agar nyawanya tidak melayang. Coba kita bayangkan seandainya Allah masih memperhitungkan pelanggaran-pelanggaran Abraham apakah yang akan terjadi? Bahkan Abraham dan Sara beberapa kali ragu terhadap janji Allah yang akan memberikan keturunan kepada mereka di masa tuanya! Sungguh Abraham akan jatuh dalam peleburan api penyiksaan yang tak terpadamkan jika saja seandainya Allah masih memperhitungkan pelanggarannya. Namun puji Tuhan bahwa ternyata Allah kita tidaklah demikian! Ia adalah Allah yang setelah memperhitungkan iman kita juga tidak memperhitungkan pelanggaran-pelanggaran yang terlalu sering kita lakukan. Apa yang dikatakan oleh kitab suci; “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!” (Maz 32:1-2). Apa yang dikatakan oleh nats ini? 

        Berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan! Sungguh hendaklah kita menjadi manusia yang paling-paling bahagia. Manusia yang terlalu bahagia. Sebab tidak ada kebahagiaan yang paling tinggi selain mengetahui bahwa dosa-dosa mu, dulu sekarang dan seterusnya telah diampuni oleh Allah. Sebab apa? Kristus telah menguduskan  hidup mu dengan darah-Nya yang tercurah di Kalvari satu kali untuk selamanya (Ibr 10:10) dan sebab “kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia”. (1 Yoh 2:1-2).
   
       Inilah yang menyebabkan kita sampai detik ini dan sampai selama-lamanya adalah orang yang diperhitungkan oleh Allah karena iman. Teruslah percaya kepada-Nya dalam keadaan seperti apapun seperti Abraham yang senantiasa percaya pada janji-janji Allah. Meskipun ditengah-tengah berbagai kelemahan kita Allah tidak akan pernah membuang engkau dan saya, Allah tidak akan pernah melempar engkau keluar dari kasih karunia-Nya dan Allah tidak akan pernah melepaskan engkau meskipun engkau sering ingin melepaskan diri dari-Nya. Tangan-Nya terlalu kuat memegang anda meskipun anda terlalu kuat untuk meninggal-Nya. Inilah anak-anak Allah, inilah umat-umat Allah yang diperhitungkan oleh-Nya.

Puji Tuhan! Tuhan Yesus memberkati anda! Shalom
By. Yeremia

Posting Komentar untuk "Diperhitungkan Allah"