“Kasihanilah aku, TUHAN, sebab aku merana; sembuhkanlah aku, TUHAN, sebab tulang-tulangku gemetar” (Mazmur 6:3)
Ketika aku sakit! Bagaimana perasaan ku? Apa yang aku lakukan? Seperti apa respon ku terhadap kenyataan tersebut? Ini adalah tiga pertanyaan yang sering muncul di saat Tuhan mengizinkan sakit menimpa saya. Untuk saat ini di satu sisi saya sangat bersyukur kepada Allah sebab saya sendiri telah pulih dari sakit yang cukup parah menimpa saya selama hampir 5 hari. Namun di sisi yang lain saya juga sedang turut sepenanggungan saat ini atas sakit yang dialami oleh orang-orang terdekat dalam kehidupan saya di seminari teologi di mana kami melayani bersama. Dalam masa pandemi COVID 19 yang tak kunjung berhenti, Tuhan sedang membentuk kami sekeluarga untuk tetap tenang menghadapi apapun, termasuk saat sakit.
Sekarang
saya hendak sedikit membagikan bagaimana perasaan yang saya alami saat sakit
demam tinggi dan mual, pusing serta tidak selera makan yang saya alami beberapa
waktu yang lalu! Jarang sekali saya mengalami sakit separah ini sampai-sampai
membuat saya tidak bisa beraktivitas seperti biasanya dalam kurun waktu yang
lumayan panjang, yakni 5 hari. Pada saat saya merasakan sakit yang mungkin akan
lama saya alami, sesungguhnya firasat sakit tersebut sudah ada. Dimana saya
sepertinya memiliki keyakinan bahwa sakit yang akan saya alami kali ini akan
membuat saya agak menderita cukup lama. Puji Tuhan ketika saya sendiri memiliki
firasat seperti itu, yang timbul dalam hati saya adalah “Terimakasih Tuhan, Kau izinkan hal ini menimpa ku, untuk mengajari
daku banyak hal”. Itulah yang timbul seketika di dalam hati saya. Saya
belajar untuk bersyukur kepada Tuhan dalam kondisi sakit dan akan sakit
panjang! Kenapa? Jawabannya adalah karena dua hal yakni: Pertama karena saya tahu bahwa tiada satu hal pun yang terjadi diluar
kehendak Allah ku, baik sehat maupun sakit. “Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang
memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula” (Ayub 5:18). Setiap
langkah kehidupan saya adalah sepenuhnya didalam kendali kedaulatan Allah! Jadi
sehat maupun sakit, senang ataupun susah, dan bahagia atau menderita, semua
dalam kendali Tuhan Allah yang Perkasa. Alasan kedua adalah karena semua yang terjadi mendatangkan kebaikan bagi ku.
Rasul Paulus dengan gamblang menyatakan bahwa “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan
bagi mereka yang mengasihi Dia” (Roma 8:28). Keyakinan kedua ini adalah
puncak atas dasar ucapan syukur yang lahir ditengah kesakitan yang saya alami
waktu itu dan saya rasa akan tetap menjadi alasan ucapan syukur yang tertinggi
sampai kapanpun!
Sekarang
mari kita melihat kepada pemazmur. Apa
yang dikumandangkan oleh pemazmur adalah seruan agar di kasihani oleh
Allah! Siapakah dia? Raja Daud. Dia adalah orang yang besar pada masanya, namun
berseru memohon pengkasihanan Allah! Dia adalah orang nomor satu dibangsanya,
tetapi mengaku merana dan tulang-tulangnya gemetar. Sungguh ini adalah tindakan
luarbiasa yang dilakukan Daud ketika ia memohon pemulihan dari Tuhan. Seruan
ini melahirkan kekuatan yang baru atas Daud. Ketika ia selesai berseru kepada
Allah dalam pergumulannya, ia akhirnya berkata “TUHAN telah mendengarkan permohonanku; TUHAN menerima doaku” (ay
10). Meski saat itu Daud tidak langsung luput dari masalahnya, tetapi ia
mendapatkan kekuatan dan jaminan akan pertolongan Tuhan. Nah, inilah yang
paling penting kita miliki di saat sedang sakit. Yaitu jawaban atas permohonan!
Keyakinan bahwa seruan kita telah didengar oleh Allah akan membangkitkan
semangat untuk melangkah. Inilah rahasia yang dimiliki oleh orang Kristen saat
menghadapi krisis kesakitan. Saya harus mengaku bahwa keyakinan inilah yang
membuat saya sendiri bangkit dan semangat menghadapi kesakitan tersebut. Di
saat saya mencoba mengingat kembali bahwa semua yang terjadi adalah kehendak
Allah dan semuanya itu pasti mendatangkan kebaikan bagi ku, maka spontan yang saya
lakukan berikutnya adalah berserah kepada Allah memohon kekuatan dari-Nya!
Kini apa yang telah terjadi telah menjadi masa lalu dan saya jadikan bahan perenungan tentang penyertaan Tuhan. Di saat saya sendiri mengingat masa sakit tersebut, maka saya langsung teringat akan betapa baiknya Tuhan dalam menguatkan daku menghadapi semua beban tersebut! Saat ini apapun sakit yang engkau alami, jangan pernah menyerah dengan keadaan mu. Ingatlah 3 hal yang telah kita bicarakan di atas, bahwa tiada satu hal pun yang terjadi tanpa kehendak Allah, semua yang terjadi adalah untuk kebaikan kita, lalu yang terakhir berserahlah kepada Allah maka anda akan kuat menghadapi badai sakit tersebut. Amin! Tuhan Yesus memberkati.

Posting Komentar untuk "Ketika Aku Sakit!"