zmedia

Masalah Menghantarkan pada Kemajuan

 

Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus. Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut. Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara. (Filipi 1:12-17)


           Banyak orang mengira bahwa masalah adalah hal yang harus dihindari, karena akan membawa kita kepada kemunduran atau kehancuran! Masalah dipandang sebagai momok yang sangat menakutkan. Sehingga banyak orang berupaya untuk mempersiapkan dirinya dengan berbagai hal untuk membuat dia terhindar dari masalah. Apakah masalah itu? Masalah didefinisikan secara umum sebagai suatu keadaan yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena masalah adalah keadaan yang tidak sesuai dengan harapan, itu sebabnya orang sangat menghindari kenyataan tersebut, penyebab pertama adalah karena manusia lebih cenderung menginginkan semua terjadi sesuai dengan harapannya. Kedua; pada dasarnya manusia adalah mahkluk yang egois. Dia hanya ingin yang baik-baik saja bagi dirinya, untuk dirinya dan hanya dirinya sendiri.

            Apa yang Rasul Paulus katakan tentang kenyataan yang berat yang ia alami saat itu? Apa respon Paulus saat ia ditimpa oleh masalah yang berat? Saat Paulus dalam penderitaan pemenjaraan, dia tidak mengatakan bahwa masalah tersebut membuat ia hancur dan mundur, apalagi membuat dia berupaya untuk menghindar! Justru Paulus berkata “bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil,” (ay 12). Artinya adalah melalui pemenjaraan Paulus saat itu Injil jadi tersebar luas. Berita tentang Kristus semakin didengar oleh banyak orang. Kenyataan tersebut bukan membuat Injil jadi terbelenggu, melainkan semakin meluas keberbagai penjuru. Di sini saya hendak mengatakan bahwa sekalipun Paulus dipenjarakan namun Injil tidak terpenjara. Sekalipun Paulus dibelenggu, Injil tidak terbelenggu.

            Bagaimana dengan anda hari ini? Apakah anda lebih sering menghindar dari masalah? Maukah anda belajar seperti Paulus yang memandang bahwa masalah bukanlah kemunduran tetapi tanda kemajuan! Ya, benarlah apa yang dikatakan dari tema ini yakni masalah menghantarkan pada kemajuan. Jika anda mau maju, hadapilah masalah dengan bersandar kepada Allah. Sekarang mari kita melihat dua kemajuan yang diperoleh melalui sebuah masalah:

Pertama: Kesempatan untuk menderita karena Kristus (ay 13)

            Rasul berkata “sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus” (ay 13). Garis bawahi kalimat aku dipenjarakan karena Kristus. Kalimat ini mengandung sebuah arti yang cukup dalam, dimana dalam kalimat tersebut tersirat sebuah kesempatan. Artinya adalah jikalau saat itu Paulus bisa menderita karena Kristus, maka hal tersebut adalah sebuah kesempatan! Dikatakan kesempatan itu berarti hal tersebut tak dapat diulangi lagi. Momen tersebut datang hanya satu kali dan Paulus tidak akan pernah bisa mengulangi kenyataan itu dikemudian hari. Inilah arti dari kata aku dipenjarakan karena Kristus.

            Jika berbicara mengenai penderitaan maka sama hal nya dengan masalah, karena sesunggunya seseorang bisa menderita karena ia ditimpa oleh sebuah masalah. Jadi jikalau ia menghindar dari masalah itu sama saja menghindar dari penderitaan. Sementara Alkitab berkata bahwa penderitaan itu adalah sebuah karunia dari Allah; “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia” (Fil 1:29). Kemajuan yang seharusnya kita sadari dari sebuah masalah adalah aku mendapatkan kesempatan untuk menderita karena Kristus. Tidak semua orang menerima kesempatan ini, hanya mereka yang dikaruniakanlah yang akan menghadapi kenyataan tersebut; dan salah satunya adalah anda!

            Sebuah kebanggaan bagi pengikut Kristus jikalau ia mendapatkan kesempatan untuk menderita karena Kristus. Karena dengan demikian ia menyatakan bahwa dia adalah benar-benar pengikut Kristus. Dia adalah benar-benar orang pilihan. Lalu yang terakhir adalah bahwa dia adalah orang yang akan melihat mujizat Allah dinyatakan ditengah-tengah masalah tersebut. Wah, bukankah seharusnya kita mengucap syukur kepada Allah jikalau kita masuk kedalam berbagai-bagai masalah, sebab itu adalah kesempatan untuk menderita karena Kristus. Oleh karena itu mulai hari ini hendaklah kita jangan memandang negatif sebuah masalah apalagi berusaha mempersiapkan diri agar terhindari dari masalah! Ini adalah hal yang mustahil dapat kita lakukan. Sebab selagi kita hidup, setiap hari kita akan diperhadapkan dengan banyaknya masalah, siapkah anda menghadapinya? Mari bersama dengan saya kita melangkah maju bersama Kristus dalam gelanggang masalah kehidupan. Haleluya!

Kedua: Semakin bertambah berani menjalani hidup ini (ay 14)

Berbicara mengenai berani atau keberanian maka kita tidak dapat melepaskan hal ini dari dua faktor yakni; percaya dan pengalaman. Seseorang bisa berani oleh karena dia nekat! Tetapi hal ini adalah kekonyolan yang menghasilkan masalah. Alkitab tidak pernah menganjurkan agar kita berani oleh karena konyol! Tetapi Alkitab katakan agar kita menjadi orang yang berani menjalani kehidupan ini oleh karena percaya kepada Allah, kemudian hal yang tidak luput dari pada itu ialah pengalaman. Mari kita melihat apa yang Rasul Paulus katakan “Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut” (ay 14). Di sini Paulus menegaskan kepada jemaat Filipi bahwa apa yang terjadi atasnya yakni pemenjaraannya, telah membuat begitu banyak orang menjadi bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah. Ini artinya melalui masalah justru melatih orang untuk bertambah berani. Kenapa? Karena dengan masalah tersebut kita akan dilatih olehnya untuk semakin kaut menghadapi masalah yang berikutnya. Ini bagaikan ujian anak sekolah tingkat sekolah dasar. Di saat dia duduk dikelas 1 maka dia harus melewati masa kritis yang sangat menentukan yaitu ujian untuk dapat lanjut duduk dikelas 2, dan begitu seterusnya hingga ia lulus SD.

Apa yang telah terjadi atas Paulus telah membuat banyak orang termasuk Paulus itu sendiri semakin bertambah berani memberitakan Injil dengan tidak takut sedikitpun. Sadarkah anda bahwa masalah adalah kesempatan untuk anda melatih diri agar menjadi orang yang berani! Dalam hidup ini kita memerlukan keberanian dalam banyak hal: seperti mengambil keputusan kita harus berani, melayani Allah juga diperlukan keberanian untuk tampil, memberitakan Injil diperlukan keberanian, bekerja dibutuhkan keberanian dan masih banyak hal lagi dalam hidup ini yang memerlukan keberanian. Apakah kita berani untuk melangkah dalam hidup yang penuh tantangan ini jikalau kita tidak sadar bahwa masalah lah yang akan membuat kita berani? Di pastikan tidak! Oleh karena itu marilah kita saat ini mengubah konsep berpikir kita berkenaan dengan masalah. Dengan demikian kita akan menjadi orang Kristen yang bertumbuh dalam iman. Amin, Tuhan Yesus memberkati!

By. Pdt. Theos M. Purba


Posting Komentar untuk "Masalah Menghantarkan pada Kemajuan"