zmedia

Kasih dan Pengetahuan

 

“Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah” (Filipi 1:9-11)

                Apakah arti kasih? Pertanyaan ini mungkin akan di jawab oleh banyak orang dari beberapa sumber. Ada yang menjawabnya berdasarkan definisi umum yakni “perasaan sayang, cinta atau suka” (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Jikalau kita melihat kepada kamus teologi maka kasih itu adalah “Tindakan yang bebas, mengatasi diri dan mendatangkan kehidupan, yang sumber dan ukurannya adalah kehidupan Allah”. Sementara jikalau kita mau lebih konteksual terhadap ayat tersebut maka sesungguhnya kata kasih yang digunakan oleh Paulus ketika mengatakan “... semoga kasihmu makin melimpah...”, ia menggunakan kata “agape”. Agape itu sendiri memiliki arti sebagai berikut: cinta yang tidak mementingkan diri sendiri, atau cinta tanpa batas dan tanpa syarat. Agape ini bersifat total dan kasih yang paling tertinggi. Identik kasih agape ini dipahami sebagai cinta Tuhan terhadap umat-Nya. Sederhananya adalah setiap orang percaya dipanggil untuk mengasihi seperti Kristus mengasihi umat-Nya!

            Tidak ada kasih yang paling terdalam selain kasih yang dimiliki oleh orang Kristen yang bersumber dari Allah, ditambah lagi bahwa sesungguhnya Allah itu adalah kasih, seperti yang dikatakan oleh Yohanes “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1Yoh 4:8). Oleh karena itu setiap kita dipanggil untuk saling mengasihi! Namun pada kenyataannya, setiap orang percaya jangan menyangka bahwa kasih itu berarti sebatas aku berbuat baik saja! Karena sesungguhnya kasih yang benar berdasarkan keterangan Alkitab adalah kasih yang berpengetahuan. Artinya adalah jangan sampai anda mengasihi atau berbuat kasih terhadap orang tanpa disertai oleh pengetahuan yang benar. Jangan sampai anda berbuat baik tetapi ternyata perbuatan baik yang anda lakukan tersebut tidak benar. Karena baik belum tentu benar, sementara benar sudah pasti baik. Ketika Alkitab berkata kasihilah Tuhan Allahmu dan sesamamu (Matius 22:37-39) itu artinya anda harus mengasihi Tuhan dengan pengetahuan yang benar tentang Dia dan pengetahuan yang benar juga tentang sesamamu!

            Di sini Paulus memulai sebuah pembahasan yang menarik tentang kasih dan pengetahuan. Dimana dia berkata “Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian”. Rasul Paulus berdoa kepada Allah memohon agar kasih yang dimiliki jemaat Filipi makin melimpah dalam pengetahuan dan pengertian. Ini artinya kasih jemaat Filipi itu semakin bertumbuh dalam pengetahuan. Tentu yang dimaksud Paulus ialah pengetahuan tentang Allah, pengetahuan iman percaya, pengetahuan tentang arti dan makna kehidupan dan semua pengertian serta hikmat dari Allah. Dengan itu kasih jemaat Filipi bukanlah kasih yang buta, tetapi kasih yang melihat dan mengerti. Mereka tidak melakukan karena meraba tetapi bertindak karena tahu dan percaya. Inilah iman Kristen! Iman Kristen adalah mengetahui apa yang dipercayainya.

            Darimanakah kita bisa mendapatkan pengetahuan yang benar tentang Allah, agar kasih kita menjadi kasih yang berpengetahuan? Satu-satunya jawaban yang dapat saya berikan adalah berdasarkan apa yang Paulus ucapkan sampai dua kali dibagian sebelumnya dari nas renungan kita kali ini yakni, diayat 5 dan 7 dia mengucapkan kata “Berita Injil”. Pengetahuan yang benar hanya kita dapatkan dari berita Injil Kristus. Alkitab telah terbuka untuk kita selidiki dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Jikalau anda ingin memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah dan kehidupan ini maka pelajarilah Alkitab dengan sungguh-sungguh, renungakanlah dengan seksama serta belajarlah untuk melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Allah, maka anda akan dipenuhi dengan pengetahuan dan berbagai macam hikmat.

Sekarang mari kita lanjutkan pembahasan kita! Ada dua kenyataan yang akan terjadi atas hidup orang yang mau belajar mengenal Allah lalu kemudian menerapkan kasih yang dimilikinya berdasarkan pengenalan akan Allah tersebut:

Pertama: Dapat memilih apa yang baik dalam hidupnya (ay 10)

            Mari kita perhatikan apa yang dikatakan Rasul Paulus diayat 10 “sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus”. Dalam bahasa asli Yunani kata memilih yang digunakan Paulus diayat ini ialah “dokimazo”, terjemahan bahasa Inggris yang lebih mendekati adalah “approve”, yang memiliki arti menyetujui. Sekarang mari kita renungkan hal ini lebih dalam! Apakah mungkin anda bisa menyetujui anak anda menyatakan kasih kepada teman sekolahnya dengan memberikan temannya tersebut jajanan roti yang ia beli di kantin sekolahnya, jikalau anda tidak memiliki pengetahuan tentang kasih? Atau lebih sederhananya adalah apakah mungkin anda akan setuju untuk berbuat baik kepada teman anda jikalau anda tidak memiliki pengetahuan yang benar tentang berbuat baik? Tentu tidak mungkin bukan! Sekarang mari kita melihat contoh yang agak berbeda, yakni apakah mungkin anda akan menyetujui anak anda untuk memaafkan orang yang berbuat jahat terhadapnya dan bahkan justru membalas kejahatan tersebut dengan perbuatan baik, jikalau anda tidak memiliki pengetahuan tentang kasih dan anugerah dari Allah? Mustahil! Sampai di sini saya yakin anda akan paham bahwa sesungguhnya pengetahuan kita tentang Allah akan membuat kita lebih mudah dalam menyetujui banyak hal dalam kehidupan ini. Inilah kenyataan pertama yang akan tampak dari hidup orang yang berpengetahuan tentang Allah.

            Berbicara mengenai memilih atau menyetujui, maka sesungguhnya kita adalah orang-orang yang sebelumnya tersesat oleh pikiran kita sendiri! Kita tidak tahu mana yang benar dan mulia. Kita semua tersesat dalam kehidupan yang hampa tanpa Kristus dan tanpa kebenaran! “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yes 53:6). Namun Allah begitu mengasihi kita sehingga Ia mengutus anak-Nya untuk menyelamatkan anda dan saya (Yoh 3:16). Maka kini sebagai orang yang diselamatkan kita dipanggil untuk melakukan apa yang suci dan yang tak bercacat (ay 10), tentu yang suci dan yang tak bercacat disini bukanlah upaya dari diri kita sendiri melainkan Kristus yang menyempurnakan semua perbuatan kita dihadapan Bapa. Kristuslah yang menjadi imam perantara kita yang sejati dihadapan Bapa, sehingga semua perbuatan dan kehidupan anda dan saya hari ini dinyatakan suci dan benar dihadapan Allah (1 Yoh 1:1-2).

            Apakah anda ingin menjadi orang yang bijaksana dalam mengambil keputusan dalam kehidupan ini? Apakah anda ingin menjadi orang yang arif dalam menyetujui banyak hal disetiap langkah hidup anda hari ini? Sadarilah bahwa hanya orang-orang yang mau belajar mengenal Allah dari firman-Nya yang akan bisa bertumbuh dalam kasih yang benar, sehingga dengan demikian akan bisa menyetujui atau mengambil keputusan yang benar dalam hidupnya tersebut. Mulai hari ini marilah anda belajar mengenal Allah lebih dalam lagi agar menjadi orang Kristen yang mengasihi berpengetahuan!

Kedua: Penuh dengan buah kebenaran (ay 11)

            Kenyataan selanjutnya yang akan terlihat dari hidup orang yang bertumbuh dalam kasih yang disertai pengetahuan tentang Allah dengan benar yaitu; penuh dengan buah kebenaran! “penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah” (ay 11), Paulus di sini menggunakan kata “penuh dengan”; ini artinya memenuhi, melengkapi dan mempengaruhi (Yunani: “pleroo”). Kehidupan orang tersebut akan dilengkapi bahkan dipengaruhi oleh buah kebenaran. Hal kedua yang perlu juga diperhatikan adalah Paulus katakan bukan kebenaran tetapi buah kebenaran. Sampai di sini kita harus memahami maksud Paulus, yakni setiap orang percaya jikalau ia hidup dalam kasih yang disertai pengetahuan iman maka orang tersebut akan menghasilkan buah-buah yang memuliakan Allah dan menjadi berkat bagi banyak orang.

            Inilah hidup Kristen yang sesungguhnya! Di mana ia dapat menyatakan kasihnya bukan hanya sebatas berbuat baik, tetapi berbuat baik atas dasar kebenaran dan didorong oleh pengetahuan yang benar. Jikalau tidak demikian maka sesungguhnya iman Kristen tidak ada bedanya dari agama-agama yang ada didunia ini, yang dimana agama-agama tersebut menekankan agar pengikutnya untuk rajin berbuat baik, tetapi atas dasar yang salah dan tanpa pengertian yang memadai. Itulah sebabnya Tuhan Yesus sendiri pernah berkata “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Matius 22:37). Mengasihi Allah itu mencakup tiga aspek dalam kehidupan manusia yaitu hati, jiwa dan akal budi. Kita tidak bisa mengasihi Allah hanya dengan hati saja, atau dengan jiwa saja, bahkan lebih tidak bisa lagi jikalau hanya dengan akal budi saja! Kenapa? Karena hanya jikalau salah satu saja dari ketiga aspek tersebut, maka itu bukan keseluruhan keberadaan diri manusia. Itu bukan kepribadian yang utuh! Pribadi yang utuh terdiri dari hati, jiwa dan akal budi, sesuai dengan apa yang Yesus katakan. Oleh karena itu kita harus mengasihi Allah juga dengan akal budi kita. Inilah peran pengetahuan atau pengertiaan dalam konteks kasih.

            Bagaimanakah kita dapat mengasihi Allah tersebut? Apa yang dapat kita lakukan sebagai wujud-nyata kita mengasihi Allah? Tentu dengan menyatakan kasih kepada sesama! Sebab tidak mungkin kita dapat berbuat sesuatu kepada Allah jikalau kita melupakan orang-orang yang ada disekeliling kita. Marilah menjadi pribadi yang mengasihi dan mau belajar lebih banyak untuk berpengetahuan tentang Allah. Amin, Haleluya!

 By. Pdt. Theos M. Purba

Seorang pribadi yang masih kurang berpengetahuan, ingin dan ingin terus diajar serta dibimbing!


Posting Komentar untuk "Kasih dan Pengetahuan"