zmedia

Menulis & Akankah menjadi Seorang Penulis?

 

(Sebuah cerita singkat dari saya)

        Kita bertemu lagi ya teman-teman! Ya, bertemu di tulisan saya yang agak sedikit berbeda. Karena kali ini saya ingin bercerita tentang masa lalu dan masa depan; yang akan mungkin saya lalui, dalam konteks dunia menulis. Juga yang membuat saya berkata tulisan kali ini sedikit berbeda adalah karena postingan saya kali ini saya tulis di dalam suasana keakraban. Cukup lama yah saya menulis tulisan-tulisan yang formal beberapa bulan terakhir ini. Kali ini kita bercerita dan berbagai kisah. Berbagi mimpi dan harapan. Berbagi rencana-rencana kedepan, terkhusus dalam dunia tulis menulis.

        Teman-teman yang sudah lama mengikuti blog pribadi saya ini, anda tidak akan terlalu banyak bertanya tentang saya dalam dunia menulis, karena dari tahun 2015 anda telah banyak membaca tulisan-tulisan yang saya posting di sini. Mulai dari tulisan singkat hingga panjang. Tulisan yang ringan di baca dan tulisan yang agak rumit untuk di baca – soal ini, saya sudah pernah menerima pesan dari sahabat saya, bahwa terkadang ada kalanya tulisan saya agak sulit untuk di baca olehnya... hee, pengakuannya sih, oleh karena pemahamannya yang mungkin belum sampai ketahap tersebut – juga ada tulisan yang bersifat apologetis sekaligus ada juga yang bersifat doktrinal. Ada tulisan yang saya kembangkan dari naskah kotbah, juga ada tulisan ekspositori. Tak lupa juga yang sangat sering saya posting yakni; renungan! Di samping itu saya juga kerap kali menulis tulisan prosa atau puisi – jujur hal ini memang agak pribadi -, lalu yang terakhir saya juga sering menuliskan tulisan yang bertemakan day to day, ini lebih kepada kesaksian! Di sini saya sering menuliskan kisah atau perjalanan hidup yang saya tempuh, terutama dalam konteks misi penginjilan dan penggembalaan, yang bagi saya cukup baik untuk dibagikan kepada banyak orang. Oke, saya rasa untuk kategori teman-teman bisa membacanya sendiri dibagian jenis tulisan yang tersedia di menu blog ini.

        Berbicara mengenai masa lalu dalam konteks menulis, maka saya harus mengaku di sini bahwa sesungguhnya; saya mulai menulis di blog ini itu karena dorongan ‘ingin mencoba’. Pada saat itu saya sedang menempuh pendidikan teologi tingkat akhir. Sembari saya sibuk kuliah dan mengerjakan banyak tugas serta makalah, saya menyisihkan waktu untuk menulis di blog satu kali dalam satu minggu. Sebagai mahasiswa maka waktu yang agak longgar bagi saya waktu itu adalah malam minggu. Di saat itulah saya memanfaatkan waktu tersebut untuk menulis blog.

        Tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa suatu saat saya akan menjadi orang yang berkecimpung dalam dunia tulis menulis secara mendalam! Yang saya ingin lakukan saat itu hanyalah berbagi cerita dan membagikan apa yang saya tahu. Kalau-kalau ada yang tertarik dan diberkati melalui tulisan saya tersebut – maklum, seorang teolog muda agak kurang di dengar – dan dapat menginspirasi.

        Puji Tuhan, keinginan tersebut ternyata saya dapati masih tetap konsisten dalam diri saya! Jikalau saya merenungkan perjalanan penulisan blog ini, saya cukup terkagum melihatnya. Karena perjalanan blog ini telah melewati berbagai macam tantangan. Tantangan itu tentu adalah bagi sang penulis itu sendiri, yakni saya. Di mana saya pernah mengalami masa-masa sibuk sekali dengan tugas akademik namun harus tetap membagi waktu untuk menulis. Saya juga pernah mengalami masa-masa transisi tanggung jawab pelayanan, meninggalkan dunia akademik dan berangkat menuju Gereja lokal yang terdapat di daerah Kalimantan Barat. Saya harus menghadapi kenyataan bahwa ditempat di mana saya melayani, di sana tidak terdapat sinyal internet dan fasilitas penerangan (listrik). Saya pernah menempuh perjalanan yang cukup jauh hanya untuk mendapatkan pancaran sinyal dan memposting tulisan di blog ini. Juga pernah mengalami pelik nya pelayanan penggembalaan sehingga membuat agak sedikit “kekurangan” inspirasi untuk menulis blog. Wah... jikalau ingin dituliskan satu persatu agaknya tidak cukup teman-teman! Oleh karena itu saya rasa cukup sampai di sini mengenai masa lalu.

        Kali ini saya berada di salah satu kota besar di Indonesia, yakni Tangerang. Melayani secara penuh waktu di dunia akademik, yaitu mengajar di Sekolah Tinggi Teologi. Setelah hampir 5 tahun melayani sebagai seorang Gembala Sidang di Kalimantan Barat, dengan berbagai macam tanggung jawab dan aksi pelayanan yang sudah pernah dikerjakan, kini saya cukup “percaya diri” untuk menulis dan mengajar. Kini saya mulai memantapkan diri saya; jikalau memang menulis sudah menjadi sebuah kegirangan bagi saya – lebih tepatnya lagi adalah panggilan bagi saya – maka saya berharap; saya akan lebih serius mengerjakan pekerjaan yang besar ini. Yaitu menulis!

        Disamping kesibukan pelayanan gerejawi, keorganisasian, mengajar di STT, misi penginjilan dan kehidupan sehari-hari, serta hidup berkeluarga; saya akan lebih giat lagi menulis dan menulis. Blog ini akan lebih sering di isi tulisan-tulisan ketimbang sebelumnya. Saya juga sudah mulai menulis e-Book (buku elektronik- pdf). Lalu yang terakhir; jika ini kehendak Tuhan mungkin saya akan meneruskan beberapa tulisan saya menjadi buku cetak.

        Saya sudah menyusun banyak program menulis: mulai dari penyusunan kembali makalah-makalah yang pernah saya tuliskan selagi menempuh studi teologi menjadi sebuah e-Book. Juga saya sudah mulai menulis tafsiran atas beberapa surat Perjanjian Baru. Saya mulai mengkemas kembali naskah-naskah kotbah yang pernah saya kotbahkan agar menjadi buku. Ada pula tulisan-tulisan apologetis yang sedang dalam perencanaan untuk di susun kembali dan hendak ditulis mulai dari nol. Lalu yang terakhir; ini adalah sebuah proyek terbesar bagi hidup saya dalam dunia menulis, yakni menuliskan naskah kotbah ekspositori mulai dari Kejadian hingga Wahyu! Soal ini saya hendak melanjutkannya diparagarf yang baru;

        Sungguh jiwa saya terbakar oleh semangat yang tak terbendung, ketika di suatu malam Allah menaruh keinginan yang kuat di dalam hati saya untuk mulai mengerjakan penyusunan naskah kotbah, bukan hanya satu pasal atau satu kitab, melainkan keseluruhan isi Alkitab. Puji Tuhan, mulai satu tahun yang lalu saya sudah mulai dari surat Kolose, Filipi, dan saat ini saya sedang di surat 1 Petrus. Tanpa terasa proyek penulisan ini sudah satu tahun lamanya! Saya mengupas ayat demi ayat, kata demi kata dan dari implikasi yang satu kepada implikasi yang lainnya. Sungguh ini menjadi sebuah pekerjaan yang paling membahagiakan saya akhir-akhir ini, itu karena hanya dua alasan yakni; pertama, saya sendiri mengalami banyak pertumbuhan iman dan pengenalan akan Allah melalui penulisan ini. Kedua, saya berharap suatu saat tulisan ini akan dikumpulkan menjadi satu dan dicetak menjadi satu kumpulan buku ‘raksasa’; mungkin dengan judul ‘Mengenal Allah ku Dari kitab ke Kitab’, lalu hendak saya wariskan kepada anak-anak dan cucu-cucu saya!

        Wah... apakah mungkin pekerjaan ini suatu saat akan selesai? Sementara hanya menulis dari dua surat Paulus saja saya memerlukan waktu hampir 1 tahun 8 bulan! Apalagi keseluruhan isi Alkitab. Namun saya harus mengaku bahwa pekerjaan ini hendak saya kerjakan hingga Tuhan berkata cukup. Jikalaupun saya harus mengerjakannya seumur hidup saya, saya mau. Semua jeri lelah itu tidak akan pernah dapat dibandingkan dengan kekayaan dan kelimpahan kebenaran Firman Tuhan yang saya terima selama menuliskan naskah kotbah tersebut.

        Sekarang, apakah saya akan menjadi seorang penulis? Ya, tentu saya sudah menjadi penulis! Lantas apa lagi? Mungkin yang dimaksud adalah penulis yang lebih giat lagi, lebih mendalam lagi, lebih serius lagi dan lebih mempublikasikan tulisannya lagi! Ya..., jika itu kehendak Tuhan saya akan coba mengalir mengikutinya.

        Baiklah teman-teman. Sampai di sini saya rasa perlu untuk memperkenalkan e-Book saya kepada rekan-rekan semua yang membaca tulisan saya kali ini, sebagai pembukaan atas program tulis menulis saya yang lebih serius ini. Bagi anda yang berminat memilikinya, saya akan kirimkan kepada anda langsung secara pribadi (sebuah hal yang spesial bila mendapat dari penulisnya langsung), silahkan hubungi email saya di theospurba@gmail.com atau akun Facebook Pelayanan Kairos.

Di bawah ini saya cantumkan Cover dari e-Book saya :


Posting Komentar untuk "Menulis & Akankah menjadi Seorang Penulis?"