zmedia

Suara Penginjilan Dari Daerah : Pdt. Marianus Zai

 


Dalam bahasa Yunani Injil berasal dari kata “euanggelion” yang artinya berita kesukaan. Penginjilan adalah tindakan pengutusan gereja oleh Yesus Kristus Juruselamat dunia untuk melaksanakan perintah pemberitaan Injil demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam Matius 28:18-20 Yesus berkata “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Penginjilan berarti melaksanakan amanat agung Tuhan Yesus,  yaitu memanggil semua orang yang ada di dalam dunia dan mengabarkan kepada mereka Injil kerajaan Allah. Supaya oleh kuasa Roh Kudus mereka diselamatkan dari dosa dan penghakiman, sehingga mereka menjadi warga kerajaan Allah yang melakukan perintah-Nya.

Daerah yang dimaksud oleh saya adalah kampung-kampung dan pedesaan-pedesaan, dimana di sana terdapat orang-orang yang menantikan kabar baik dari para hamba Tuhan, yang terpanggil untuk menjadi alat-Nya dalam melaksanakan penginjilan. Daerah sangat terbuka luas bagi para penginjil! Namun hanya sebagian orang saja yang tertarik untuk melaksanakannya. Masih banyak daerah pedalaman yang sampai saat ini belum mengenal kebenaran, bila kita berdiam diri maka gereja pun akan semakin merosot dan lupa akan tugas dan kewajibannya yang telah diamanatkan oleh Sang Juruselamat.

Mengapa hal ini terjadi? Kalimat yang tidak asing kita dengar dan juga yang menjadi jawabannya ialah: karena banyak anggapan bahwa menjadi hamba Tuhan itu, masa depannya suram! Itulah sebabnya kebanyakan anak-anak Tuhan yang sudah berlatar belakang pendidikan teologi pun, lebih memilih untuk bekerja di perusaahan atau bergelut dalam dunia sekuler dari pada menjadi pendeta. Sebab dengan bekerja diperusahaan maka gaji setiap bulannya ada, sedangkan kalau menjadi pendeta gajinya tiga puluh hari sebulan!

Penulis pun menyadari bahwa melayani Tuhan sebagai seorang penginjil tidaklah mudah! Apalagi melayani di daerah. Ada proses yang harus dilalui, juga tidak semua para penginjil memiliki potensi yang sama di dalam ladang pelayanan. Sebenarnya inilah kesempatan gereja untuk hadir dalam mendukung para hamba Tuhan yang ada di daerah. Tetapi pelayanan penginjilan di daerah juga terlantar karena hanya sedikit orang yang siap untuk mengambil bagian dalam melakukan penginjilan di daerah. Jangankan untuk membuka pos penginjilan yang baru, daerah yang sudah ada gedung gereja saja mengalami kekosongan tenaga pelayan, sehingga jemaat atau gereja tersebut tidak dilayani secara maksimal.

Salah satu contohnya adalah, saya sendiri melayani di Gereja Kabar Baik Indonesia (GKBI) Jemaat Sibolapit, yang beralamat di Dusun Sibolapit, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Setiap minggu setelah seusai ibadah raya, saya harus pergi untuk melayani di GKBI Jemaat padang Mayun; yang berada di Dusun Padang Mayun, Desa Lintah Betung, Kec. Menyuke bersama dengan rekan hamba Tuhan. Jarak yang harus kami tempuh adalah kurang lebih sekitar 30km, dengan melewati jalan yang yang berliku-liku tentunya. Mengapa hal ini kami lakukan setiap minggunya? Karena kurangnya sumber daya manusia! Walaupun kami menyadari bahwa; pelayanan dengan model seperti ini dipastikan terjadi kekurang efektifan, sebab tidak ada hamba Tuhan yang menetap di daerah tersebut. Namun kami berpikir bahwa dari pada gereja tersebut terlantar dan jemaat terabaikan, maka kami berusaha sesuai dengan kemampuan yang Allah anugerahkan untuk tetap melayani jemaat tersebut. Saya menceritakan hal ini agar para pembaca yang budiman mengetahui bahwa ternyata ada begitu banyak daerah yang perlu dilayani, namun kenyataannya adalah sedikit orang yang terbeban untuk memberikan hidupnya bagi pemberitaan Injil di daerah. Oleh karena itu, di sini penulis ingin mewakili suara dari daerah, saya berkata:

Kami menanti-nantikan kedatangan mereka, namun tak kunjung tiba

Berharap untuk dibebaskan dari belenggu yang mengikat kami selama ini, tetapi kami tidak tahu caranya

Kami hanya melakukan hal-hal yang telah menjadi tradisi kami selama ini, sebab tidak ada pengajaran baru yang kami dengar untuk kami lakukan.

Kiranya tulisan ini dapat memotivasi serta menambah pemahaman kita, mengenai suara daerah tentang penginjilan. Tuhan Yesus Memberkati.

Pdt. Marianus Zai, S.Th (Gembala GKBI Sibolapit, Landak - Kalimantan Barat) // www.supportmarianus.blogspot.com

Posting Komentar untuk "Suara Penginjilan Dari Daerah : Pdt. Marianus Zai"