Dalam
bahasa Yunani Injil
berasal dari kata “euanggelion” yang artinya berita kesukaan. Penginjilan adalah tindakan pengutusan
gereja oleh Yesus Kristus Juruselamat
dunia untuk melaksanakan perintah
pemberitaan Injil demi kemuliaan nama Tuhan. Dalam Matius 28:18-20
Yesus berkata “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka
melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku
menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”.
Penginjilan berarti melaksanakan amanat agung Tuhan Yesus, yaitu
memanggil semua orang yang ada di dalam dunia dan
mengabarkan kepada mereka Injil kerajaan Allah. Supaya oleh
kuasa Roh Kudus mereka
diselamatkan dari dosa dan penghakiman, sehingga mereka
menjadi
warga kerajaan Allah yang
melakukan perintah-Nya.
Daerah yang
dimaksud oleh saya adalah kampung-kampung dan pedesaan-pedesaan, dimana di sana
terdapat orang-orang yang menantikan kabar baik dari para hamba Tuhan, yang terpanggil untuk
menjadi alat-Nya dalam
melaksanakan penginjilan. Daerah sangat terbuka luas bagi para
penginjil! Namun hanya sebagian orang saja yang tertarik untuk melaksanakannya.
Masih banyak daerah pedalaman yang sampai
saat ini belum mengenal kebenaran, bila kita berdiam diri maka gereja
pun akan semakin merosot dan lupa
akan tugas dan kewajibannya yang telah diamanatkan oleh Sang Juruselamat.
Mengapa hal
ini terjadi? Kalimat yang tidak asing
kita dengar dan juga yang menjadi jawabannya ialah: karena banyak anggapan bahwa menjadi hamba Tuhan itu, masa depannya suram! Itulah
sebabnya kebanyakan anak-anak Tuhan yang sudah berlatar belakang pendidikan
teologi pun, lebih memilih untuk bekerja di perusaahan atau bergelut dalam
dunia sekuler dari pada menjadi pendeta. Sebab dengan bekerja diperusahaan maka gaji setiap bulannya ada,
sedangkan kalau menjadi pendeta gajinya tiga puluh hari sebulan!
Penulis pun menyadari bahwa melayani Tuhan sebagai seorang penginjil tidaklah mudah! Apalagi melayani di daerah. Ada proses yang harus dilalui, juga tidak semua para penginjil memiliki potensi yang sama di dalam ladang pelayanan. Sebenarnya inilah kesempatan gereja untuk hadir dalam mendukung para hamba Tuhan yang ada di daerah. Tetapi pelayanan penginjilan di daerah juga terlantar karena hanya sedikit orang yang siap untuk mengambil bagian dalam melakukan penginjilan di daerah. Jangankan untuk membuka pos penginjilan yang baru, daerah yang sudah ada gedung gereja saja mengalami kekosongan tenaga pelayan, sehingga jemaat atau gereja tersebut tidak dilayani secara maksimal.
Salah
satu contohnya adalah, saya sendiri
melayani di Gereja Kabar Baik Indonesia (GKBI) Jemaat Sibolapit, yang beralamat
di Dusun Sibolapit, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Setiap minggu setelah seusai ibadah raya, saya harus pergi untuk melayani di GKBI Jemaat
padang Mayun; yang berada di
Dusun Padang Mayun, Desa Lintah Betung, Kec. Menyuke bersama dengan rekan hamba Tuhan. Jarak yang harus kami tempuh adalah kurang lebih sekitar
30km, dengan melewati jalan yang yang berliku-liku tentunya. Mengapa hal ini kami lakukan
setiap minggunya? Karena kurangnya sumber daya manusia! Walaupun kami menyadari
bahwa; pelayanan dengan model seperti ini
dipastikan terjadi kekurang efektifan, sebab tidak ada hamba Tuhan yang
menetap di daerah tersebut. Namun kami berpikir bahwa dari pada gereja tersebut terlantar dan jemaat terabaikan,
maka kami berusaha sesuai dengan kemampuan
yang Allah anugerahkan untuk tetap melayani
jemaat tersebut. Saya
menceritakan hal ini agar para pembaca yang budiman mengetahui bahwa ternyata ada begitu banyak daerah yang perlu dilayani, namun kenyataannya adalah sedikit orang yang terbeban untuk memberikan hidupnya bagi pemberitaan Injil di daerah. Oleh
karena itu, di sini penulis ingin mewakili suara dari daerah, saya berkata:
Kami menanti-nantikan kedatangan
mereka, namun tak kunjung tiba
Berharap untuk dibebaskan dari belenggu yang
mengikat kami selama ini, tetapi kami tidak tahu caranya
Kami hanya melakukan hal-hal
yang telah menjadi tradisi kami selama ini, sebab tidak ada pengajaran baru
yang kami dengar untuk kami lakukan.
Kiranya tulisan ini dapat
memotivasi serta menambah pemahaman kita, mengenai suara daerah tentang penginjilan. Tuhan Yesus
Memberkati.
Pdt. Marianus Zai, S.Th (Gembala GKBI Sibolapit, Landak - Kalimantan Barat) // www.supportmarianus.blogspot.com

Posting Komentar untuk "Suara Penginjilan Dari Daerah : Pdt. Marianus Zai"