Yeyasa 43:1
“Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.”
Bagaimana
perasaan Anda pada saat seseorang yang bagi Anda berharga, menyapa dengan
menyebutkan nama Anda? Apakah Anda merasa bahwa dia cukup mengenal mu? Ya, saya
pernah mengalaminya. Pada suatu kesempatan, dalam acara reuni sekolah teologi
saya; kami berkumpul dari berbagai daerah untuk mengikuti acara reuni selama
dua hari. Pada hari kedua kami akan mengikuti sesi kesaksian dari seorang
almuni yang cukup penting dikampus kami tersebut; beliau ialah orang yang cukup
serius memikirkan perkembangan pelayanan dan STT kami. Tanpa saya sadari,
ketika saya sedang berada dilorong kelas dalam kondisi tergesa-gesa untuk naik
ke aula; ternyata orang yang saya sebutkan diatas (sekaligus pembicara di sesi
saat itu) menyapa saya dengan menyebut nama saya. “Theos, apa kabar?” Wah, ketika saya mendengarkan sapaan itu, saya
sungguh-sungguh merasa bahwa saya sangat dekat dengannya. Padahal selama ini
saya jarang bertemu dan berinteraksi dengan beliau, bahkan nyaris tidak pernah
berkomunikasi empat mata.
Jika yang
memanggil Anda adalah Allah Sang Pencipta, Ia memanggil Anda dengan menyebutkan
namamu, bagaimana perasaan Anda? Apa yang Anda rasakan? Dan bagaimana Anda
memaknai panggilan-Nya tersebut? Saya yakin; seharusnya kita hanya akan
tersungkur dihadapan tahta-Nya ketika kita tahu bahwa Allah memanggil kita
dengan nama kita. Mari kita bayangkan, siapakah kita sehingga Dia yaitu Allah
yang maha segalanya, memanggil kita dengan menyebutkan nama kita! Ya, nama kita
secara pribadi.
Pada saat
kalimat ini diucapkan Allah melalui nabi Yesaya kepada bangsa Israel, Israel
sedang berada dalam sebuah keadaan yang sangat berat. Mereka harus hidup
sebagai orang buangan di Babilonia, sebab kerajaan Babel telah
meluluh-lantahkan kerajaan Yehuda dan Israel. Kemudian mengusir penduduk asli
Israel, ditawan dan dibuang ke Babel untuk dijadikan pekerja paksa. Ketika
dalam keadaan yang demikian, Allah menjanjikan keselamatan kepada mereka. Lalu
untuk memberitahukan hal tersebut, Allah berkata “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil
engkau dengan namamu”,. Ketakutan yang hebat sirna pada saat Israel
mengetahui bahwa Allah pasti akan membebaskan mereka. Kenapa Tuhan melakukan
hal ini kepada Israel? Jawabannya ialah karena Israel adalah kepunyaan Tuhan.
Jika Anda
hari ini berada dalam keadaan yang susah, lembah yang teramat dalam,
penderitaan yang berat, bahkan sampai Anda berpikir tiada jalan; maka
ketahuilah bahwa Tuhan tidak akan membiarkan Anda sendiri. Dia mengenal kita
dan kita ialah kepunyaan-Nya. Inilah arti dibalik Allah memanggil kita dengan
nama kita. Jika Dia memanggil Anda dengan namamu, itu artinya engkau adalah
kepunyaan-Nya dan Dia mengenal engkau!
Apa yang
dapat kita lakukan dalam hidup ini jika kita ialah kepunyaan Allah? Ayat 2-3 (BIMK)
menjawab pertanyaan ini:
“Bila engkau mengarungi air, aku akan menyertai
engkau, engkau tak akan tenggelam dalam kesukaran-kesukaranmu. Bila melalui
api, engkau tak akan hangus, percobaan-percobaan berat tak akan mencelakaan
engkau. Sebab Akulah Tuhan, Allahmu, Allah kudus Israel, Penyelamatmu”. Dan, dilanjutkan oleh Allah dengan
kalimat yang sangat indah dengan mengatakan “Engkau
berharga di mataku, Aku menghargai dan mengasihi engkau...” (ay 4 BIMK).
TMP

amin. haleluya
BalasHapus