Ini adalah tulisan sajak ku yang pertama mengenai
kita
Untuk pertama kalinya aku menuliskan tentang engkau
dalam kesunyian sore ini
Di kala mentari telah mulai meninggalkan tempatnya
Hendak pergi meninggalkan bagian kita dan menerangi
bagian yang lain!
Aku menuliskan tentang engkau dan kita kali ini
Adalah di saat engkau telah tiada untuk
selama-lamanya!
Entah mengapa harus seperti ini?
Maka aku sungguh tak mengetahui jawabannya
Andai saja waktu dapat ku putar kembali
Maka aku memohon kepada Allah kita
Agar Ia memberikan satu detik saja kesempatan
Untuk aku melarikan diri dari keadaan saat itu!
Sehingga mungkin saja semua ini akan berubah
Mungkin saja saat duka mendalam ini tak akan
menyelimuti
Menyelimuti hati dan jiwa ku
Di bawanya daku pergi bersamanya dalam tangisan dan
kepiluan!
Namun itu hanyalah mungkin saja...
Tetapi ini hanyalah andai saja...
Ini hanya mimpi yang tak mungkin akan terjadi
Jauh dari pandangan mata dan tak mungkin oleh kita!
Lantas..., aku harus belajar untuk menerima
Di saat aku harus meneruskan kehidupan ku ini tanpa
hadir mu lagi
Melangkahkan kaki ku menjejaki semua mimpi-mimpi
kita
Dengan tanpa hadirnya wajah mu di sisi ku!
Entah..., mengapa aku merasakan sakit yang mendalam
ini
Mengapa aku terasa seperti tak mampu menahan sesak
ini
Entah... entah... entah kenapa???
Kenapa aku harus mengalami duka sedalam ini!
Aku tak pernah menyangka akan sesakit ini Sahabat
ku...
Aku tak pernah membayangkan akan mengalami luka
dalam seperti ini...
Sampai aku merasa sendiri..., dalam kesunyian dan
kesendirian
Sampai aku ingin sekali melihat engkau di sana...
Aku telah belajar untuk menerima dan melepaskan
Sejak hari pertama aku menggendong tubuh mu yang tak
dapat tegap berdiri
Sejak hari pertama, ke dua tangan ku dipenuhi oleh
lumuran darah mu
Dan sejak hari pertama... aku menyaksikan detak
jantung di dada mu telah terhenti...
Aduh... mau mati aku rasanya!
Aduh... sakit nya aku ini....
Ini terlalu berat bagi ku Sahabat ku...
Ini sakit sekali...
Aku sebelumnya pernah bertanya kepada mereka dengan
nada olokan!
“ah... mengapa sih mereka bersedih terlalu berat
seperti itu!”
Tetapi kini..., aku telah merasakannya! Dan aku
mengerti
Aku sangat mengerti...
Betapa pedihnya di tinggal oleh orang yang kita
kasihi
Betapa sakitnya di tinggal oleh orang yang telah
membuat mu merasakan hidup ini lebih berarti
Betapa menderitanya, di tinggal pergi bukan hanya
untuk satu hari
Tetapi untuk selamanya, sampai detik aku pun
berakhir nanti!
Engkau yang telah membuat ini semua menjadi mudah!
Dengan hadir mu... dan bersama mu, ku rasakan ini
semua semakin indah
Bersama mu..., ku merasakan ada sesuatu yang
mendorong ku semakin kuat dan berharap
Akan masa depan pelayanan ini dan semua pekerjaan
tangan kita!
Apakah aku salah berharap kepada mu?
Apakah mungkin aku yang terlalu berlebihan menyimpan
semua mimpi kita!
Ataukah aku terlalu mengandalkan mu?
Aku rasa..., ini hal yang wajar sebagai Sahabat...
Sebab siapakah yang ada di sini bersama ku?
Siapakah yang akan membantu ku untuk menghitung
hari-hari ini?
Siapakah yang siap memegang tangan ku di saat ku
terjatuh?
Lalu siapakah yang ada di saat aku bahagia di sini?
Itu adalah Engkau Sahabat terbaik ku
Dia adalah Engkau Sahabat terindah ku
Itu ialah Diri Mu Sahabat ku
Tiada yang lain..., dan hanya Engkau!
Coba lihat... lihat lah sekarang!
Aku harus meratap sedih akan kepergiaan mu ini...
Siang dan malam aku menangis di kamar ku ini
Siang dan malam jua aku terus berlutut di hadapan
Allah kita
Untuk meminta agar Ia kuatkan aku dan mereka
Untuk kuatkan Kekasih Sejati mu dan kedua Buah Hati
mu ini!
Untuk Allah mampukan kami menjalani hari-hari ini
Dengan cara yang berbeda dan suasana yang berbeda!
Terus sampai kapan? Sampai di mana?
Aku pun tidak tahu akan hal itu!
Aku hanya akan memandang kepada Allah kita
Sebagai sumber kekuatan dan penghiburan yang kekal
dan sempurna!
Yer. 13 Juni 2020
Alm. Ex, Sahabat ku!

Yang teguh wahai saudaraku....
BalasHapusKini kita hanya berserah...
Dikala saya pada waktu yang telah berlalu Ia memanggil mereka para sahabat" Kita dipelayanan.... Sesak, sakit... Bahkan ruang dimana kita bergerak dibayangi oleh senyuman para sahabat yg telah lebih dahulu dipanggil oleh sang Ilahi....
Namun, pada saat yang bersamaan juga kita mendapatkan kekuatan bahwa mereka telah bersama dengan Bapa.������
Aku tahu bahwa ini adalah kehendak Allah yang paling terbaik bagi dia dan bagi kita. Aku tahu juga bahwa ini semua adalah waktunya Tuhan yang tak mungkin dapat kita bantah, hanya bisa menerima dan meneruskan kehidupan tanpa hadirnya!
HapusHanya... aku harus sabar menantikan waktu di mana semua ini akan pulih kembali! Berangsur-angsur, dengan berjalan nya waktu, semua akan baik-baik saja!
Terimakasih saudara ku atas dukungan mu. Terus doakan kami, Isteri dan 2 anak Almarhum. Tuhan Yesus memberkati kita selalu. amin!
Terasa sakit karena masih banyak mimpi indah yang belum terwujud yang kalian idamkan. Tetapi disaat itu jugalah kita tahu bahwa, kita tidak lebih kuat tanpa sahabat-sahabat kita gbu:)
BalasHapusYa saudara ku! Dengan ini, kita mengerti bahwa kita tidak dapat berjalan sendiri. Meski ini berat, tetapi kenyataan ini akan mengajari kita untuk masa yang akan datang.
HapusPuji Tuhan, bisa kuat dan terus semangat saat ini, itu semua karena kekuatan Roh Tuhan dan Firman-Nya. Haleluya! Gbu